Page 173 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 173
Inspiring Lecture Paragon
dunia kerja yang mendukung proses pembangunan bangsa. Untuk
mewujudkan hal tersebut, maka kompetensi dosen harus terus-
menerus ditingkatkan. Sebagai contoh, konten pembelajaran yang
harus selalu up-to-date terhadap perkembangan zaman khususnya
revolusi industri 4.0. Di sisi lain, seorang dosen juga harus mampu
memiliki kualitas literacy 4C (Creative, Critical Thinking,
Communication, Collaborative) karena demografi mahasiswa yang
umumnya berasal dari Generasi-Z (Gen-Z). Generasi ini
membutuhkan pendekatan berbeda dari generasi sebelumnya,
sehingga kompetensi dosen dalam mendidik generasi ini pun harus
diasah secara signifikan.
Tak hanya itu, setidaknya ada 3 (tiga) pokok penting yang
harus menjadi perhatian utama dalam merevitalisasi perguruan tinggi
vokasi pada masa kini. Yang pertama ialah membangun pola
pendidikan tinggi vokasi yang berbasis teaching factory. Pendidikan
berbasis teaching factory sendiri berarti model pembelajaran yang
berbasis pada produksi barang dan jasa yang mengacu pada standar
dan prosedur dunia usaha dan dunia industri, atau dengan kata lain
pembelajaran dengan suasana kontemporer yang hamper sama terjadi
di industri. Berbagai macam pola pendidikan berbasis teaching
factory diantaranya model dual sistem, model Competency Based
Training (CBT), dan model Production Based Education and
Training (PBET). Ketiga model tersebut seyogyanya dapat menjadi
pilihan untuk mengimplementasikan pola pendidikan berbasis
teaching factory pada perguruan tinggi vokasi. Pola pendidikan
berbasis teaching factory akan sangat berpengaruh terhadap
16
1

