Page 280 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 280

petugas Parpol dibuatkan user name dan password untuk bisa mengakses
           aplikasi ini.


           Desain SIPOL selain ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada Parpol
           untuk  mengisi  data  kepengurusan  dan  anggota  dan  membantu  KPU
           melakukan  verifikasi  administrasi  dan  faktual;  juga  ditujukan  untuk
           mendorong akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam
           mengontrol  kerja  KPU  dalam  melakukan  proses  verifikasi  Parpol  peserta
           pemilu.  Setelah  KPU  mengumumkan  hasil  verifikasi  administrasi,  SIPOL
           menampilkan data-data kepengurusan setiap Parpol pada semua tingkatan
           (Nasional,  Provinsi,  Kabupaten/Kota,  dan  Kecamatan)  dan  data  anggota
           semua  Parpol  di  masing-masing  Kabupaten/Kota  beserta  jumlah
           penduduknya. Masyarakat luas dapat mengakses data tersebut di portal
           KPU  dan  semua  orang  yang  memiliki  akses  internet  bisa  mendapatkan
           informasi  kinerja  KPU  dalam  melaksanakan  verifikasi  administrasi
           persyaratan     peserta    pemilu.    Hal    ini    merupakan      bentuk
           pertanggungjawaban kinerja KPU kepada publik, termasuk kepada Parpol
           dalam  proses  verifikasi  administrasi,  selain  juga  sebagai  sarana
           pertanggungjawaban atas kinerja KPU.


           SIPOL  juga  bertujuan  untuk  meningkatkan  transparansi  dan  partisipasi
           masyarakat  dalam  proses  verifikasi  administrasi  maupun  faktual  Parpol
           calon  peserta  pemilu.  Dengan  SIPOL,  masyarakat  dengan  mudah  bisa
           melihat  dan  menilai  Parpol  yang  memenuhi  persyaratan  administrasi
           sebagai  peserta  pemilu  atau  tidak.  Selain  itu,  masyarakat  diharapkan
           mengontrol  kinerja  KPU  dalam  melaksanakan  verifikasi  administrasi  dan
           faktual.  Masyarakat  juga  diharapkan  berpartisipasi  aktif  dalam  proses
           verifikasi ini dengan cara menyampaikan informasi terkait kebenaran dan
           akurasi data yang diserahkan Parpol, misalnya kepengurusan ganda serta
           alamat  ataupun  anggota  fiktif.  Publik  dapat  melaporkan  ketidakbenaran
           data tersebut kepada KPU maupun Bawaslu pada setiap tingkatan. Akan
           tetapi, aplikasi SIPOL ini bukan tanpa kendala. Beberapa Parpol menolak
           memasukkan data Parpol yang akan diverifikasi lewat sistem ini. Beberapa
           alasan  di  antaranya  adalah  KPU dianggap  membuat  norma baru dengan
           mensyaratkan  Parpol  menggunakan  SIPOL  untuk  proses  verifikasi  dan
           adanya  kecurigaan  yang  tidak  mendasar  bahwa  lembaga  asing  telah
           mengintervensi  KPU  dan  akan  memanfaatkan  data  Parpol  di  Indonesia
           untuk kepentingan asing.

    264     BAB 6 – MANAJEMEN PENYELENGGARA PEMILU
   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285