Page 282 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 282

KPU  Kabupaten/Kota  juga  bermacam-macam.  Tidak  ada  sebuah  sistem
           informasi yang mampu mengintegrasikan format data dan teknologi yang
           digunakan  oleh  masing-masing  daerah.  Hal  ini  membuat  KPU  mengalami
           kesulitan  untuk  mengintegrasikan  seluruh  data  pemilih  di  Indonesia  dan
           melakukan analisis data dalam skala nasional. Untuk mengumpulkan semua
           basis data tersebut menjadi satu juga bukan perkara mudah karena format
           yang dipakai tidak seragam.


           Masalah lainnya adalah aplikasi yang digunakan untuk mengolah basis data
           pada waktu itu (DP Tools) tidak memiliki kemampuan berterintegrasi dengan
           aplikasi  yang  sama  di  tempat  lain  sehingga  data  yang  diolah  berisiko
           mengalami duplikasi dan tidak dirancang untuk dapat berkoordinasi dengan
           basis data tunggal. Kondisi ini menyebabkan perubahan yang terjadi pada
           tingkat pemutakhiran tidak dapat diketahui dan dipantau dengan cepat oleh
           para pemangku kepentingan yang berada di lokasi yang berbeda.


           Tujuan utama dari aplikasi SIDALIH ini adalah untuk membuat daftar pemilih
           yang akurat, komprehensif, dan terkini (up-to-date). SIDALIH dikembangkan
           dengan  proses  yang  cukup  panjang  dengan  melibatkan  banyak  pihak.
           Beberapa  pihak  yang  terlibat  dalam  pengembangan  sistem  ini  antara  lain
           KPU,  BPPT,  Kementerian  Dalam  Negeri,  perwakilan  LSM,  perwakilan
           perguruan  tinggi,  dan  perwakilan  KPU  Provinsi.  Perwakilan  dari  setiap
           lembaga  ini  masuk  dalam  steering  committee  (SC)  Prakarsa  Pendaftaran
           Pemilih  KPU.  Steering  committee  diketuai  oleh  anggota  KPU  yang
           membidangi daftar pemilih dibantu dua anggota KPU lainnya sebagai wakil
           ketua.  Selain  itu,  tim  steering  committee  dibantu  oleh  sebuah  organizing
           committee (OC) yang terdiri atas para ahli di bidang pendaftaran pemilih dan
           bidang informasi dan teknologi.


           Beberapa kegiatan yang dilakukan Prakarsa Pendaftaran Pemilih KPU dalam
           mengembangkan sistem penyusunan daftar pemilih pada saat itu antara lain
           melakukan  kajian  terhadap  peraturan  perundang-undangan,  melakukan
           kajian  terhadap  sistem  pendaftaran  pemilih  di  negara-negara  sahabat,
           melakukan FGD (Focus Group Discussion) di beberapa wilayah di Indonesia,
           melakukan seminar publik, dan menyelenggarakan uji coba terhadap sistem
           ini di tiga wilayah  (Kabupaten Karimun - Kepulauan Riau, Kota Tangerang
           Selatan – Banten, dan Kabupaten Tabanan - Bali).



    266     BAB 6 – MANAJEMEN PENYELENGGARA PEMILU
   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287