Page 287 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 287

setiap TPS. Dengan demikian formulir C1 ini merupakan data primer dari
                 proses penghitungan suara di tingkat paling bawah.


                 Prosedur dari sistem scan formulir C1 dimulai ketika salinan Formulir C1
                 yang berasal dari TPS dikirimkan oleh KPPS kepada KPU Kabupaten/Kota
                 melalui PPS dan PPK. Formulir C1 yang diterima oleh KPU Kabupaten/Kota
                 kemudian dipindai dan diunggah di website KPU. Meskipun implementasi
                 dan kinerja sistem scan C1 tidak sempurna, sistem ini telah memberikan
                 sumbangan yang besar bagi keterbukaan hasil pemilu di Indonesia. Semua
                 lapisan masyarakat bisa mendapatkan hasil penghitungan suara di seluruh
                 TPS di Indonesia tanpa harus datang ke TPS yang bersangkutan.


                 Aplikasi scan formulir C1 menjadi fenomena baru dalam sejarah demokrasi
                 di Indonesia. Selain KPU menyediakan data primer penghitungan suara di
                 TPS  dari  seluruh  Indonesia  secara  on  line,  sistem  ini  telah
                 menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat secara terorganisasi untuk
                 mengawal proses rekapitulasi hasil penghitungan suara di setiap tingkatan.
                 Beberapa  kelompok  masyarakat  yang  terorganisir  tersebut  di  antaranya
                 tergabung dalam kawalpemilu.org dan jariungu.org.

                 Tidak  berhenti  pada  tingkatan  mengunggah  formulir  C1  saja,  KPU  juga
                 mengunggah rekapitulasi manual di tingkat PPK, KPU Kabupaten/ Kota, dan
                 Provinsi  atau  formulir  DA-1,  DB-1,  dan  DC-1  di  website  KPU.  Dengan
                 mempublikasikan berbagai jenis formulir hasil penghitungan suara kepada
                 masyarakat luas, kemungkinan terjadinya kecurangan oleh penyelenggara
                 pemilu  atau  peserta  pemilu  semakin  kecil.  Kemungkinan  terjadinya
                 kecurangan akan segera diketahui, di mana kecurangan itu terjadi dan siapa
                 pelakunya.


                 Pada Pemilu Legislatif 2014 Sistem Scan C1, tingkat keberhasilannya tidak
                 setinggi pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014. Jika pada Pemilu
                 Presiden dan Wakil Presiden 2014 jumlah formulir C1 yang berhasil dipindai
                 dan diunggah di website KPU mencapai 99,18 persen, pada Pemilu Legislatif
                 2014 sebanyak 81,85 persen.    Ketidakberhasilan untuk mengunggah 100
                 persen  formulir  C1  dari  seluruh  TPS  disebabkan  oleh  beberapa  hal,
                 terutama faktor infrastruktur internet dan kualitas sumberdaya manusia di
                 daerah.  Mayoritas  KPU  Kabupaten/Kota  mampu  menyelesaikan



                                                BAB 6 – MANAJEMEN PENYELENGGARA PEMILU     271
   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292