Page 283 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 283

KPU Periode 2012-2017 kemudian melanjutkan dan terus mengembangkan
                 inisiatif yang telah dilakukan oleh KPU periode sebelumnya dan berkomitmen
                 untuk mempelajari dan mengimplementasikan dalam Pemilu 2014. Demikian
                 juga  dengan  KPU  periode  2017-2022  terus  mengembangkan  dan
                 menyempurnakan SIDALIH dengan memperbesar kapasitas Server SIDALIH
                 dalam Pemilu 2019.


                 SIDALIH  dikembangkan  untuk  digunakan  oleh  petugas  PPS,  PPK,  sampai
                 dengan KPU untuk melakukan pemutakhiran data pemilih, yaitu melakukan
                 fungsi  CRUDE  (create,  read,  update  and  delete).  Aplikasi  ini  akan  sangat
                 membantu PPS dalam mengalokasikan pemilih ke dalam TPS. PPS tidak lagi
                 perlu menggunting data pemilih dan mengelompokkan ke TPS secara manual,
                 tetapi KPU Kabupaten/Kota dan/atau PPS hanya cukup menjalankan manual
                 aplikasi  IT  yang  telah  disiapkan.  Aplikasi  IT  ini  juga  dirancang  untuk
                 membantu PPS dalam menyusun TPS secara komputerisasi.


                 Aplikasi  SIDALIH  selain  memiliki  fungsi  penyusunan  dan  pemutakhiran
                 (CRUDE), juga memiliki fungsi untuk mempublikasikan daftar pemilih secara
                 on line di laman KPU. Yang tidak kalah penting adalah SIDALIH memiliki fitur
                 monitoring.  Fitur  ini  sangat  membantu  KPU  dalam  memantau  proses
                 penyusunan  daftar  pemilih,  memberikan  informasi  hasil  analisa  daftar
                 pemilih secara nasional yang berupa data potensi ganda, data pemilih yang
                 belum lengkap elemen datanya, dan/ atau elemen data yang belum valid.


                 SIDALIH adalah sebuah aplikasi terpusat yang berbasis internet (web). Setiap
                 KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota memiliki portal masing-masing. Data
                 pemilih  yang  akan  diolah  oleh  KPU  di  masing-masing  wilayah  terpusat  di
                 server KPU. Setiap satuan kerja KPU hanya bisa mengakses data di wilayah
                 kerjanya masing-masing, tidak diberikan akses untuk melakukan perubahan
                 di  luar  wilayah  kerjanya.  Operator  SIDALIH  di  setiap  satuan  kerja  KPU
                 jumlahnya  berbeda-beda,  tergantung  dengan  ketersediaan  sumberdaya
                 manusia dan jumlah data pemilih. Namun demikian, KPU menetapkan jumlah
                 operator SIDALIH sekurang-kurangnya 2 (dua) orang di setiap satuan kerja di
                 provinsi  atau  kabupaten/kota.  Namun  demikian,  operator  SIDALIH  dapat
                 diperluas  atau  diperbanyak  dengan  melibatkan  anggota  PPK  jika  jaringan
                 internet di wilayah kerja KPU Kabupaten/Kota menjangkau sampai tingkat
                 kecamatan.  Setiap  operator  SIDALIH  memiliki  akun  dan  kata  kunci  yang
                 sifatnya rahasia.

                                                BAB 6 – MANAJEMEN PENYELENGGARA PEMILU     267
   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288