Page 284 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 284

Pengolahan  data  pemilih  tidak  harus  selalu  membutuhkan  sambungan
           internet dan tersambung dengan aplikasi SIDALIH. Petugas PPS dan PPK dapat
           melakukan  pemutakhiran/perubahan  data  pemilih  dengan  menggunakan
           Microsoft Excel yang dengan format yang telah disesuaikan untuk kebutuhan
           aplikasi SIDALIH. Petugas PPK dan PPS tinggal menyusun tabel perubahan
           data pemilih yang disebabkan pemilih tidak memenuhi syarat (TMS – karena
           meninggal  dunia,  pindah  domisili,  ganda),  pemilih  baru,  atau  perubahan
           elemen data. Setelah PPS dan PPK selesai menyusun tabel perubahan data
           pemilih dengan excel yang sudah disesuaikan formatnya, operator SIDALIH di
           KPU Kabupaten/Kota tinggal mengunggah data tersebut ke aplikasi SIDALIH.
           Proses unggah data ke SIDALIH ini membutuhkan sambungan internet. Salah
           satu  kelebihan  penggunaan  aplikasi  SIDALIH  ini  adalah  aplikasi  ini
           memberikan informasi secara detail terkait dengan setiap perubahaan data,
           siapa yang melakukan perubahan data tersebut, dan kapan perubahan data
           tersebut dilakukan.


           Penggunaan SIDALIH pada Pemilu 2014, Pilkada 2015, 2017, 2018, dan Pemilu
           2019 mendapatkan banyak pujian atau apresiasi dari banyak pihak karena
           SIDALIH  dinilai  banyak  membantu  terobosan  dalam  upaya  memperbaiki
           kualitas daftar pemilih. Keberhasilan SIDALIH dalam meningkatkan kualitas
           DPT antara lain:

           1. SIDALIH menjadi alat untuk melaksanakan prinsip transparansi dalam hal
              daftar pemilih. Dengan SIDALIH masyarakat luas dapat mengakses daftar
              pemilih secara on line di laman KPU.
           2. SIDALIH  mampu  mengonsolidasikan  daftar  pemilih  dalam  jumlah  yang
              sangat besar, 190 juta pemilih, secara terpusat.
           3. SIDALIH memberikan informasi awal tentang kegandaan data pemilih dan
              ketidakakuratan data pemilih yang disusun oleh KPU Kabupaten/Kota.
           4. Yang  tidak  kalah  penting  adalah  Indeks  Demokrasi  Indonesia  (IDI)
              memberikan nilai 74,9 untuk kualitas DPT Pemilu 2014.
           5. Pada penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2015, Tahun 2017, Tahun
              2018 dan Pemilu 2019 SIDALIH kembali memainkan peran vitalnya dalam
              proses  menyusun  dan  mempublikasikan  daftar  pemilih.  KPU  juga
              memanfaatkan SIDALIH untuk Pilkada karena SIDALIH dianggap salah satu
              success story dari penyelenggaraan Pemilu 2014.

           Sekalipun  demikian,  terdapat  beberapa  kendala  yang  dihadapi  oleh  KPU
           dalam mengimplementasi aplikasi SIDALIH ini, antara lain:

    268     BAB 6 – MANAJEMEN PENYELENGGARA PEMILU
   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289