Page 285 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 285
1. Infrastruktur jaringan internet dan listrik untuk beberapa wilayah
Indonesia bagian timur, khususnya di Provinsi Papua, Papua Barat,
Maluku, Maluku Utara, dan beberapa kabupaten di Provinsi Aceh belum
memadai.
2. Sumberdaya manusia, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, untuk
menjadi operator SIDALIH di tingkat kabupaten/kota belum mencukupi.
3. Waktu yang tersedia dalam menyusun daftar pemilih oleh KPU
Kabupaten/Kota sangat pendek menyebabkan proses unggah data pemilih
dalam sistem menjadikan SIDALIH menjadi sangat tinggi frekuensi
(crowded).
Gambar 6.10. SIDALIH
3. Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG)
November 2013 merupakan awal mula tercetusnya ide pemanfaatan
teknologi untuk meningkatkan transparansi hasil Pemilu 2014 dan
memberikan informasi hasil pemilu kepada publik lebih cepat. Beberapa
pertemuan, baik formal maupun informal, digelar oleh pimpinan KPU untuk
mendengarkan berbagai masukan dari para ahli teknologi informasi dari
beberapa institusi, seperti BPPT, Pusilkom Universitas Indonesia, dan
Prakarsa KPU, untuk merealisasikan ide tersebut. Dengan
BAB 6 – MANAJEMEN PENYELENGGARA PEMILU 269

