Page 401 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 401

berikut  tata  cara  penanganannya,  serta  lembaga-lembaga  yang  berwenang
              menangani masing-masing perkara tersebut.


              Tidak lupa, buku ini juga memuat tentang pengalaman-pengalaman menarik
              yang  digali  dari  berbagai  daerah  bagaimana  KPU  tingkat  lokal  mengatasi
              berbagai  persoalan  di  saat  menghadapi  situasi  darurat  dan  krisis.  Berbagai
              inisiatif, inovasi, dan kreativitas itu dirangkum dengan baik oleh Ferry Daud
              Liando di Bab 8 agar menjadi pelajaran serta dapat direplikasi etosnya oleh
              para penyelenggara pemilu di daerah-daerah lain. Dan terakhir, Bab 9 menjadi
              rangkuman dari seluruh bab yang terdapat dalam buku ini, serta menguraikan
              tantangan, hambatan, dan tindak lanjut dari buku ini.


              Harus diakui bahwa buku ini menguraikan beragam aspek tata kelola pemilu
              dengan sangat lengkap. Meskipun tentu saja, sebagai konsekuensinya, tidak
              semua aspek dibahas dengan  detail  dan  lengkap.  Tentu menjadi  tantangan
              tersendiri  untuk  menuangkan  demikian  banyak  ide  dan  gagasan  secara
              terperinci  dalam  jumlah  halaman  yang  terbatas.  Namun  demikian,  sebagai
              sebuah  “fondasi”,  sebenarnya  buku  ini  telah  cukup  memadai  untuk
              mengantarkan  pembacanya  memahami  kompleksitas  tata  kelola  Pemilu  di
              Indonesia.


              Selain masalah kedalaman, salah satu hambatan lain dari penulisan buku ini
              menyangkut  banyaknya  penulis  yang  terlibat  di  dalamnya.  Di  satu  sisi  hal
              tersebut  mengakibatkan  kurang  runtutnya  ide-ide  yang  dituangkan  dalam
              setiap bab maupun antar bab. Sedangkan di sisi lain, perbedaan selera masing-
              masing penulis juga mengakibatkan inkonsistensi gaya penulisan.


              Hal seperti sebenarnya telah disadari sejak awal oleh para editor. Sehingga
              para  editor  telah  berusaha  sekeras  mungkin  untuk  menyelaraskan  bukan
              hanya teknis dan substansi tulisan, namun juga terkait dengan gaya dan selera
              penulisan.  Semua  upaya  tersebut  dilakukan  dalam  rangka  menyodorkan
              sebuah buku yang utuh dan runtut bagi para pembaca.


              Pada awalnya, penulisan buku ini secara khusus bertujuan untuk menyediakan
              bahan  bacaan  bagi  para  peserta  Orientasi  Tugas  KPU  Provinsi  dan  KPU
              Kabupaten/Kota sebelum mereka mulai menjalankan tugas penyelenggaraan
              pemilu di daerah masing-masing. Karena sebagai buku panduan, maka kami
              menyusun buku ini bersifat pengantar atas setiap aspek, namun menyeluruh

                                                                        BAB 9 – PENUTUP    385
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406