Page 396 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 396

akan bisa dilakukan. Proses yang dinamis seperti ini akan menghadapkan
           KPU  pada  berbagai  tekanan.  Dalam  arena  perebutan  kekuasaan,  setiap
           keputusan penyelenggara pasti akan melahirkan pro dan kontra. Keputusan
           KPU yang melahirkan pro dan kontra karena tunduk pada aturan jauh lebih
           adil dan bijak ketimbang keputusan yang melahirkan pro dan kontra karena
           KPU melanggar aturan.


           Hal  yang  bisa  dipelajari  dari  pengalaman  KPU  Kabupaten  Karo  adalah
           meskipun memilih bagi masyarakat bukan sesuatu hal yang wajib, namun
           keterlibatan  masyarakat  yang  tidak  maksimal  akan  menjadi  kendala
           tersendiri. Kontribusi demokrasi penyelenggara tidak sekedar mencatatkan
           pemilih  dalam  daftar  pemilih.  Namun  yang  penting  juga  adalah  sedapat
           mungkin  mereka  dapat  dijangkau  lewat  pemberitahuan  memilih  dan
           memudahkan  masyarakat  agar  bisa  mendatangi  dan  memilih  di  tempat
           pemungutan suara. Prinsip ini tentu menjadi pelajaran bagi penyelenggara
           di lokasi-lokasi sulit karena keadaan geografi dan keadaan alam yang tidak
           mendukung.


           Akhirnya,  dari  pengalaman  KPU  Kabupaten  Nias  Barat  dan  KPU  Provinsi
           Sumatera Utara kita dapat belajar bahwa upaya menjaga dan memastikan
           kemurnian suara rakyat (electoral genuine) yang dilakukan oleh KPU sering
           sekali  penuh  resiko.  Kasus  ini  memberikan  pelajaran  bahwa  untuk
           menghadapi  kasus  seperti  ini,  selain  memegang  teguh  prinsip
           penyelenggara Pemilu, KPU juga dituntut untuk memiliki keberanian dalam
           menjaga  dan  mengawal  suara  rakyat  demi  mewujudkan  Pemilu  yang
           berintegritas.


















    380     BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH
   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401