Page 392 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 392

dalam regulasi yang ada. Atau regulasi yang berlaku dimaknai secara multi
           interpretatif.


           KPU  Provinsi  Sumatera  Utara  (KPU  Sumut)  pernah  mengalami  kondisi
           seperti ini dalam Pemilu 2019. KPU Sumut menghadapi problem, namun
           belum ada pedoman yang bisa dijadikan rujukan untuk mengatasi problem
           itu. Contoh kasus yang di hadapi adalah proses rekapitulasi penghitungan
           suara secara berjenjang. PKPU Nomor 4 tahun 2019 tentang rekapitulasi
           hasil penghitungan suara di PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi dan
           KPU menyebut bahwa para pihak yang dapat mengajukan keberatan dalam
           proses rekapitulasi adalah saksi peserta Pemilu yang memiliki  mandat dan
           Bawaslu sesuai tingkatan. Dengan demikian, jika bukan dari kedua unsur itu,
           maka seolah tidak ada satu pihak yang dapat melaporkan adanya dugaan
           penggelembungan suara kepada KPU saat rekapitulasi berjalan.


           KPU  Sumut  menghadapi  posisi  dilema  ketika  ada  Calon  DPR  RI  yang
           melaporkan  adanya  dugaan  penggelembungan  suara  oleh  calon  DPR  RI
           lainnya  saat  rekapitulasi  sedang  berlangsung.  Di  satu  sisi,  KPU  harus
           menegakkan aturan. Pada sisi yang lain, KPU juga tidak ingin agar aturan itu
           mengesampingkan hal yang lebih substansial. Ada beberapa pertimbangan
           regulasi  yang  dimiliki  oleh  KPU  ketika  menghadapi  kondisi  ini.  Dalam
           menjalankan  Prinsip  Adil,  Kepentingan  Umum,  dan  Profesional,  KPU
           Provinsi  &  KPU  Kabupaten/Kota  “memperlakukan  dan  memberi
           kesempatan  yang  sama  bagi  pelapor  atau  terlapor  dalam  dugaan
                                                 6
           pelanggaran  atau  sengketa  Pemilu”.  Sedangkan  dalam  melaksanakan
           Prinsip  Kepentingan  Umum,  Anggota  KPU  Provinsi  wajib  berperilaku,
           “memberikan respon menyelesaikan pengaduan, keluhan, keberatan dan
                                          7
           aspirasi  dari  berbagai  pihak”.  Untuk  melaksanakan  Prinsip  Profesional,
           Anggota  KPU  Provinsi  wajib  berperilaku,  “menjamin  kualitas  pelayanan
           kepada pemilih, Peserta Pemilu, dan para pemangku kepentingan sesuai
                                                                         8
           dengan  standard  profesi administrasi  Pemilu  dan  Pemilihan”.  Selain itu,
           KPU  juga  mengacu  pada  aturan  yang  menyebutkan  bahwa  pelaksanaan

        6   Pasal 79 huruf d PKPU No. 8 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan
          Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.
        7   Pasal 82 huruf b PKPU No. 8 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan
          Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.
        8   Pasal 85 huruf c PKPU No. 8 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan
          Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.


    376     BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH
   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397