Page 388 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 388
Dokumen itu diangkut oleh 40 buah truk. Kondisi semacama ini tentu
membutuhkan penanganan khusus. Apalagi ini merupakan pengalaman
pertama bagi KPU Kota Makassar menghadapi situasi seperti ini. Sebagai
langkah antisipasi, KPU Kota Makassar kemudian memikirkan berbagai
pertimbangan yang diantaranya adalah:
1. apakah kantor KPU memiliki ruangan untuk menyimpan dokumen
dukungan.
2. apakah ada lokasi parkir cukup memadai menampun kendaraan yang
memuat dokumen itu.
3. apakah jumlah petugas yang melakukan penelitian jumlah dukungan,
kebenaran dukungan dan sebaran dukungan akan cukup.
4. apakah waktu penelitian selama dua hari bisa selesai.
5. solusi agar dokumen yang banyak itu diperiksa secara akurat sehingga
tidak menimbukan kecurigaan masyarakat atau oleh bakal pasangan
calon lainnya.
6. bagaimana menghadapi massa dari masing-masing bakal pasangan calon
jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
Dengan mempertimbangkan berbagai hal tersebut, KPU Kota Makassar
kemudian mengambil beberapa langkah, yaitu:
1. memindahkan lokasi pendaftaran yang biasanya dilakukan di kantor KPU
Provinsi & KPU Kabupaten/Kota ke sebuah hotel. Tindakan yang
dilakukan ini sangat membantu menampung dokumen dukungan
masyarakat, parkir kendaraan dan kenyamanan para pendukung.
2. dalam melakukan proses penelitian syarat dukungan, KPU Provinsi & KPU
Kabupaten/Kota tidak hanya memanfaatkan pegawai KPU, namun juga
melibatkan tim verfikator dari beberapa KPU, PPS serta PPK dari wilayah
lain sekitarnya.
3. untuk mengantipasi terjadinya kelalaian dalam proses pemeriksaan, KPU
melibatkan saksi dari bakal calon lain dan saksi dari Bawaslu. Masing-
masing saksi juga diperkenankan untuk dapat mengambil gambar
terhadap proses verifikasi.
Sikap responsif seperti ini menghasilkan proses pencalonan yang berjalan
dengan cukup baik. Tidak ada gejolak ataupun gerakan massa sebagiamana
dikuatirkan sebelumnya oleh banyak pihak.
372 BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH

