Page 386 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 386
rendahnya partisipasi masyarakat. Padahal, jika masyarakat berperan serta
aktif dalam melaporkan informasi kependudukannya, maka akan sangat
memudahkan KPU dalam tahapan pendataan. Selain itu, partisipasi
masyarakat juga dibutuhkan untuk pengawasan Pemilu dalam rangka
meminimalisir pelanggaran dan kecurangan. Namun, sayangnya, peran
serta masyarakat dalam pengawasan selama ini belum optimal.
Sedangkan ketidakpercayaan masyarakat, baik terhadap parpol, maupun
calon yang diajukan parpol, menjadi salah satu faktor kurangnya
keterlibatan masyarakat untuk menghadiri kampanye. Masyarakat yang
hadir biasanya bukan atas kesadaran tapi merupakan hasil mobilisasi
dengan segala bentuk imbalan. Di sejumlah daerah, rendahnya tingkat
partisipasi pemilih saat mencoblos juga disebabkan oleh sejumlah sebab,
seperti akses TPS yang sulit dan permasalahan dalam data pemilih.
Mendorong partisipasi masyarakat terlibat dalam kepemiluan tentu tidak
mudah. KPU Provinsi Bali melakukan sejumlah inovasi untuk membangun
kesadaran partipasi masyarakat. Beberapa diantaranya adalah:
1. berpartisipasi dalam kegiatan kirab karnaval.
2. melakukan kegiatan touring dengan melibatkan komunitas mobil velos
melewati empat kabupaten.
3. mengadakan sosialisasi Pemilu dengan disertai jadwal, rute dan tempat
yang dituju.
4. Berpartisipasi dalam sebuah kegiatan pameran lain.
5. Mengadakan konser musik dan gerakan senam masal yang diakhiri
dengan sosialisasi kegiatan Pemilu.
6. Membangun rumah pintar Pemilu yang diisi dengan maket TPS, karikatur
besar, dan menyedikan buku saku kepemiluan di rumah pintar ini.
7. Mengunjungi pusat-pusat pendidikan dan membentuk sebuah
kolaborasi dengan pihak kampus, misalnya menjadi pembina upacara
setiap senin di sekolah-sekolah dan membentuk komunitas relawan
demokrasi dari berbagai kampus.
Hal yang sama juga dilakukan oleh KPU Provinsi Jawa Barat. Sebagai upaya
untuk menjaga suasana pesta demokrasi dapat berjalan damai, KPU di
wilayah ini terus menerus mengingatkan, menghimbau, dan mengajak
seluruh pemangku kepentingan untuk tetap akur sauyunan dalam
370 BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH

