Page 385 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 385

Sistem  lain  yang  dikembangkan  oleh  KPU  Provinsi  Gorontalo  sejak  2017
                 adalah SMS Gateway, dimana KPU mengingatkan tahapan pemutakhiran
                 daftar pemilih dan KPU menganjurkan masyarakat untuk datang ke PPS atau
                 tempat umum untuk melihat apakah masyarakat tersebut terdaftar dalam
                 daftar pemilih  sementara  atau daftar  pemilih  tetap. Selain  itu,  KPU  juga
                 mengembangkan aplikasi untuk analisa data pemilih di Pemilu 2014, Pilkada
                 2015,  Pilkada  2017,  Pilkada  2018  dan  Pemilu  2019.  Aplikasi  ini
                 dikembangkan  untuk  memberikan  kemudahan  bagi  para  operator  KPU
                 Kabupaten/Kota di wilayah ini dalam memasukkan data pemilih yang valid
                 kedalam Sidalih. Alat bantu ini setidaknya dapat menguraikan kegandaan
                 data pemilih yang terkategori memiliki kesamaan data kependudukan dan
                 dapat mensistematisasi data pemilih.

                 Selain  itu,  KPU  Provinsi  Gorontalo  juga  melakukan  koordinasi  dengan
                 pemerintah  daerah  dan Forkopimda  terkait  dengan program  perekaman
                 KTP  elektronik.  Dengan  demikian,  KPU  mendorong  kegiatan  pendataan
                 penduduk dan pendataan pemilih secara simultan.


                 Inovasi yang dikembangkan KPU Provinsi Gorontalo akhrinya membuahkan
                 hasil. Hal ini dapat dilihat dari berbagai penghargaan yang diterima dari KPU
                 RI, diantaranya adalah tercepat dalam pembersihan data ganda, tercepat
                 dalam penyempurnaan anomali data hasil analisis Dirjen Dukcapil, tercepat
                 dalam penanganan data DP4 non DPT sebanyak 31 juta se Indonesia, dan
                 tercepat dalam konteks Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP).


                 D.5. Partisipasi Masyarakat

                 Partisipasi  pemilih  merupakan  salah  satu  indikator  bagi  keberhasilan
                 Pemilu.  Semakin  tinggi  tingkat  partisipasi  masyarakat,  maka  legitimasi
                 Pemilu  akan  semakin  baik.  Partisipasi  merupakan  respon  atas  pengkuan
                 masyarakat,  baik  terhadap  penyelenggara  Pemilu,  maupun  kontestan.
                 Kepercayaan  yang  buruk  terhadap  kedua  lembaga  tersebut  dapat
                 mengakibatkan buruknya partisipasi masyarakat.


                 Terdapat bagian penting dalam siklus Pemilu yang membutuhkan partisipasi
                 masyarakat,  seperti  proses  pendataan  pemilih,  pengawasan  partisipatif,
                 mengikuti  kampanye  maupun  partisipasi  dalam  pemberian  suara.  Salah
                 satu  faktor  dari  kondisi  tidak  akuratnya  data  pemilih  adalah  karena

                                              BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH   369
   380   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390