Page 380 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 380

gesekan. Aparat juga bisa menentukan langkah tertentu dalam bertindak
           melihat hasil yang ditampilkan Situng.


           Walaupun  data  Situng  bukan  merupakan  hasil  resmi  sebagai  data  yang
           digunakan KPU dalam menetapkan hasil Pemilu. Namun sejumlah persoalan
           kerap  terjadi  dalam  penggunaanya.  Hal  yang  sering  terjadi  adalah
           pengelolaan yang belum dilakukan secara profesional. Ada kekeliruan tata
           cara penginputan data oleh petugas dalam menginput formulir model C1 ke
           Situng menyebabkan terjadinya pelanggaran administrasi. Sebagian KPU di
           daerah  belum  menerapkan  standar  teknis  yang  ketat  dalam  melakukan
           verifikasi dan publikasi data di Situng. Harusnya, data yang tersaji di dalam
           Situng adalah data yang benar-benar valid, dapat dipertanggungjawabkan,
           dan sajiannya tidak menimbulkan polemik dan keresahan di masyarakat.
           Kelalaian  lainnya  adalah  terdapat  petugas  Kelompok  Penyelenggara
           Pemungutan Suara (KPPS) yang memasukan formulir C1 untuk Situng atau
           hasil  penghitungan  suara  ke  dalam  kotak  suara.  Untuk  mengeluarkan
           dokumen itu harus melewati prosedur pembukaan melalui Bawaslu. Selain
           itu,  pola  kerja  Situng  di  sejumlah  daerah  masih  terkendala  oleh  fasilitas
           penunjang  seperti  internet.  Akibat  gangguan  itu  maka  terjadi
           keterlambatan  dalam  proses  input  sehingga  penyelesaiannya  melewati
           batas waktu sebagaimana telah ditentukan.


           Kendala  profesionalisme  petugas  dan  keterbatasan  sarana-prasarana
           dialami oleh sejumlah KPU di daerah, termasuk oleh KPU Kabupaten Batang.
           Pada pelaksanan Pilkada tahun 2018, KPU di Kabupaten Batang mengalami
           hambatan, yakni jumlah personil yang terbatas karena terkonsentrasi pada
           kegiatan-kegiatan  Pemilu  yang  lain.  Persiapan  Situng  dikerjakan  pada
           puncak  tahapan  pelaksanaan  Pemilu,  yaitu  redistribusi  logistik  dan
           rekapitulasi.  Kendala  lainnya  adalah  keterbatasan  sarana  dan  prasarana
           penunjang, seperti jaringan internet buruk, laman Situng yang sulit diakses,
           serta  daya  listrik  yang  tidak  stabil  dan  memadai.  Peralatan  pendukung
           berupa  scanner  dan  komputer  tidak  juga  sebanding  dengan  jumlah
           dokumen yang akan dientri dan scan.


           Kondisi geografis juga menjadi salah satu faktor yang menghambat. Jarak
           antara dari TPS ke PPS, jarak dari PPS ke PPK dan jarak dari PPK ke KPU
           Kabupaten  Batang  cukup  jauh.  Padahal kegiatan  memasukkan  dan men-
           scan  data  terpusat  di  kantor  KPU  Kabupaten  Batang.  Selain  itu,  jumlah

    364     BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH
   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385