Page 375 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 375

Dari pengalaman KPU Provinsi Jawa Timur kita dapat belajar bahwa banyak
                 tindakan yang bisa dilakuan dalam rangka menjaga soliditas organisasi. Hal
                 ini berdampak pada penyelesaian tugas-tugas dengan baik. Secara umum,
                 soliditas organisasi akan terpelihara manakala setiap individu dari sebuah
                 organisasi  memiliki  integritas  yang  kuat,  saling  menghargai,  tidak
                 memaksakan  pendapat  pribadi,  menguasai  teknik-teknik  berkomunikasi,
                 tidak selalu merasa lebih penting dan lebih tinggi dari yang lain, dan tetap
                 menyeimbangkan  antara  tuntutan  hak  dan  kewajiban.  Juga,  ketika  pada
                 setiap  individu  melekat  prinsip  profesional  dan  mandiri  sehingga  tidak
                 menjadi  bagian  dari  kelompok  kepentingan  atau  kekuatan  politik.  Jika
                 kemandiran  tidak  bisa  dijaga,  maka  yang  diperjuangkannya  bukalah
                 kebenaran,  tetapi  kebenaran  menurut  kepentingan  kelompoknya.  Oleh
                 karena itu PKPU dengan tegas melarang Anggota KPU untuk terikat dalam
                                                    1
                 struktur organisasi kemasyarakatan.

                 D.2. Pendataan Pemilih di Daerah Padat Penduduk

                 Untuk menjamin hak pilih warga negara yang dijamin oleh konstitusi, maka
                 hal wajib yang perlu dilakukan oleh KPU adalah memastikan bahwa mereka
                 terdata  dalam  daftar  pemilih.  Selama  ini  materi  gugatan  yang  sering
                 disengketakan  di  Mahkamah  Konstitusi  (MK)  adalah  persoalan
                 ketidakakuratan  daftar  pemilih.  Akurasi  data  pemilih  harus  dilakukan
                 karena  berkaitan  dengan  perencanaan,  baik  untuk  penentuan  jumlah
                 logsitik, maupun untuk penetapan jumlah tempat pemungutan suara.


                 Berbagai persolan masih terjadi dalam penyusunan data pemilih, seperti
                 tidak  terdaftarnya  warga negara  yang  telah  memiliki  hak  untuk  memilih
                 serta masih terdaftarnya warga negara yang tidak lagi memiliki hak pilih
                 karena pindah alamat, meninggal dunia, atau berstatus TNI/Polri. Petugas
                 KPU  tak  bisa  sepenuhnya  menjangkau  pemilih.  Beberapa  indikasi  yang
                 selama ini dianggap sebagai penyebab adalah petugas pemutahiran data
                 pemilih yang kurang profesional, kurangnya keterlibatan masyarakat dan
                 Parpol,  dan  belum  optimalnya  sinergitas  dengan  pemerintah  daerah
                 sebagai penyedia data awal data kependudukan.




              1   Pasal 75 Ayat (1) huruf b PKPU Nomor 8 tahun 2019 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum,
               Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.
                                              BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH   359
   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379   380