Page 371 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 371

terkait  dengan  regulasi  kepemiluan.  Dalam  menghadapi  semua  tahapan
                 Pemilu, KPU kerap mengalami kesulitan untuk mengimplementasikan pasal-
                 pasal tertentu. Namun, di bagian tertentu, ada pasal lain yang memberikan
                 keterangan  yang  lebih  jelas.  Jika  kemampuan  untuk  menterjemahkan
                 berbagai  regulasi  tentang  kepemiluan  tidak  maksimal,  maka  hal  ini  juga
                 akan dapat memunculkan permasalahan. Keempat, kecakapan KPU dalam
                 berkomunikasi.  Untuk  melaksanakan  tahapan  Pemilu,  KPU  terikat
                 hubungan dengan pihak lingkungan eksternal, seperti parpol, pemerintah
                 daerah,  Bawaslu  dan  masyarakat.  Permasalahan  yang  sering  muncul  di
                 sejumlah daerah adalah belum terbangunnya komunikasi antara KPU dan
                 pihak terkait dengan baik sehingga kerjasama KPU dengan para pemangku
                 kepentingan juga tidak berlangsung dengan maksimal.

                 Manajemen krisis merupakan sebuah kerangka teori yang bisa digunakan
                 sebagai pedoman untuk mendeteksi dini atas kejadian yang tidak diduga.
                 Manajemen krisis adalah tindakan antisipatif yang dilakukan oleh sebuah
                 organisasi  dalam  menghadapi  situasi  yang  tidak  terduga  sebelumnya.
                 Manajemen  krisis  mengajarkan  bagaimana  mengidentifikasi  dan
                 mengantisipasi agar tidak terjadi krisis, bagiamana menghadapi krisis, dan
                 bagaiamana mengambil keputusan pada saat krisis. Krisis pada dasarnya
                 merupakan  sebuah  keadaan  yang  tidak  terduga  oleh  apapun  atau  oleh
                 siapapun.  Jika  keadaan  itu  tidak  dideteksi  secara  dini,  maka  krisis  dapat
                 mengancam kesiapan penyelenggaraan Pemilu.


                 Darling  (1994:4)  memperkenalkan  tiga  pola  penanganan  krisis,  yakni
                 sebelum krisis terjadi (before the crisis), selama krisis terjadi (during the
                 crisis), dan ketika krisis telah terjadi (after the crisis). Tahapan sebelum krisis
                 merupakan tahapan dimana krisis belum terjadi. Namun demikian, perlu
                 dilakukan persiapan agar pihak terkait tahu apa yang harus dilakukan ketika
                 terjadi krisis di kemudian hari. Tindakan yang dilakukan dalam tahapan ini
                 menkonsolidasi dukungan manajemen untuk rencana penanganan krisis ini,
                 mengidentifikasi  kelemahan  organisasi,  dan  melatih  para  staf  untuk
                 menghadapi krisis.


                 Tahapan ketika krisis merupakan tahapan yang terjadi ketika krisis sudah
                 terjadi  dan  mulai  melibatkan  pihak-pihak  untuk  mengatasi  krisis  yang
                 sedang menimpa sebuah organisasi. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan
                 ketika KPU berada di tahapan ini. Termasuk di dalamnya adalah melakukan

                                              BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH   355
   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376