Page 367 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 367
beberapa kasus ini, kita mendorong adanya pembelajaran horizontal
(horizontal learning) di kalangan KPU. Walapun demikian, sangat disadari
bahwa strategi yang berhasil di suatu daerah tidak serta merta akan dapat
berhasil jika diterapkan di daerah lain karena SDM penyelenggara, kondisi
alam, karakter pemilih, dan dinamika politik berbeda-beda satu sama lain.
Untuk tujuan tersebut, buku ini setidaknya dibagi menjadi empat bagian
besar, yaitu bagian yang menjelaskan beberapa kondisi khusus yang dapat
terjadi di dalam proses penyelenggaraan Pemilu, bagian yang
mendiskusikan pentingnya pengelolaan resiko, beberapa kasus yang
menunjukkan upaya KPU dalam merespon dinamika yang ada, dan bagian
yang mendiskusikan hikmah yang bisa diambil (lesson-learned) dari
berbagai pengalaman baik yang sejauh ini telah dilakukan oleh KPU.
B. Kondisi Darurat
Kondisi darurat adalah sebuah keadaan yang tidak normal atau keadaan
yang tidak diperkirakan sebelumnya. Respon KPU di sejumlah daerah dalam
menghadapi kondisi darurat adalah sangat variatif. Sebagian tidak tahu
bagaiamana menghadapi dan menyelesaikannya. Sebagian lain takut untuk
mengambil resiko. Lainnya tidak bisa bertindak dengan cepat dan tepat
sebelum mendapatkan petunjuk dari KPU RI. Sementara itu, penyelesaian
harus dilakukan secara cepat karena waktu dan tahapan terus berjalan.
Sejumlah ancaman sering dihadapi penyelenggara Pemilu. Pertama,
ancaman lingkungan internal penyelenggara. Sebagai contoh, tidak adanya
relasi yang harmonis antar Anggota KPU atau antara Anggota KPU dengan
pihak kesekretariatan KPU. Contoh yang lain adalah adanya ketidaknetralan
penyelenggara Pemilu sehingga mengganggu kepercayaan terhadap
independsi lembaga penyelenggara Pemilu. Keterbatasan jumlah petugas
juga sangat mengganggu terutama pada saat pekerjaan yang menumpuk.
Hal ini kemudian diperparah dengan kondisi dimana pengalaman organisasi
dan kepemimpinan yang terbatas di kalangan Anggota KPU dalam
menghadapi situasi tertentu.
Kedua, ancaman terjadinya berbagai gangguan teknis dalam penyelesaian
kegiatan yang sifatnya mendesak, misalnya terjadi gangguan internet, tidak
bekerjanya sistim komputer dengan baik, atau terjadi pemadaman listrik
BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH 351

