Page 366 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 366

BAB 8

                      PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH


                                     Ferry Daud Liando




        A. Pengantar


           Para  penyelenggara  Pemilihan  Umum  (Pemilu)  seringkali  menghadapi
           situasi  dan  kondisi  yang  sangat  dinamis  dan  penuh  resiko.  Perencanaan
           yang matang sudah dilakukan. Prosedur, anggaran, sarana pendukung juga
           sudah  disiapkan.  Aktor-aktor  penyelenggara  Pemilu  juga  telah  dilatih.
           Namun demikian, ketika tahapan-tahapan Pemilu berjalan, muncul kondisi-
           kondisi  tertentu  yang  secara  tiba-tiba  terjadi  dan  tidak  diperkirakan
           sebelumnya. Pada sisi yang lain, UU Pemilu tentu saja tidak mampu secara
           sempurna  untuk  mengidentifikasi  semua  permasalahan  yang  dapat  saja
           terjadi  di  semua  tahapan  penyelenggaraan  Pemilu.  Hal  yang  sama  juga
           terjadi di dalam regulasi turunan dari UU Pemilu, yang juga tidak utuh akan
           mampu  untuk  memberikan  pedoman  tentang  cara  mengantisipasi,  cara
           menghadapi, dan cara menyelesaikan suatu kondisi tertentu yang sifatnya
           darurat atau kejadian-kejadian yang tidak terdeteksi sejak awal.


           Menghadapi situasi dan kondisi seperti ini, beberapa penyelenggara Pemilu
           berhasil  melaluinya.  Namun,  sebaliknya,  tidak  sedikit  juga  mereka  yang
           tidak  mampu  mengelolanya.  Bab  ini  mencoba  untuk  mendokumentasi
           beberapa praktik terbaik (best practices) terkait dengan upaya yang telah
           dilakukan oleh KPU di berbagai daerah dalam merespon kondisi darurat.
           Metode  pengumpulan  informasi  didasarkan  pada  Diskusi  Kelompok
           Terpumpun (Focus Group Discussion atau FGD) yang diselenggarakan pada
           tanggal  22-24  Juli  2019  di  Jakarta  dengan  mengundang  KPU  Provinsi
           Sumatera Utara, KPU Provinsi DKI Jakarta, KPU Provinsi Jawa Barat, KPU
           Provinsi Jawa Timur, KPU Provinsi Bali, KPU Provinsi Sulawesi Utara, KPU
           Provinsi Sulawesi Selatan,  KPU  Provinsi Gorontalo,  KPU  Kabupaten  Karo,
           dan KPU Kabupaten Batang. Tentu saja, kasus-kasus yang didiskusikan di
           bab  ini  hanya  menjadi  contoh  sebagian  dari  upaya  maksimal  yang  telah
           dilakukan  oleh  seluruh  jajaran  KPU  di  Indonesia.  Dengan  memahami


    350     BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH
   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371