Page 363 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 363

Kemampuan  Tim  dalam  bekerja  sama  dengan  kuasa  hukum  dan
                 mengkoordinasi  para  saksi,  sangat  menentukan  keberhasilan  KPU  dalam
                 menghadapi  persidangan.  Materi  kesaksian  dan  para  saksi  yang  telah
                 dipersiapkan, tidak berarti apa-apa apabila KPU dan para saksi tampil tidak
                 meyakinkan di persidangan.

                 Pastikan jajaran KPU secara optmal menyiapkan segala hal yang berkaitan
                 dengan  materi  persidangan  dan  meyampaikan  segala  hal  yang  relevan
                 terkait  dengan  permohonan  PHPU  secara  efektf,  lugas,  dan  ringkas  di
                 hadapan majelis sidang Mahkamah Konstitusi. Ingat tidak jangan bertele-
                 tele dan berpanjang-panjang, namun tanpa melupakan esensi penting dari
                 permasalahan yang ingn disampaikan.


              H. Penutup

                 Bab  ini  menunjukkan  bahwa  KPU  RI,  KPU/KIP  Provinsi,  dan  KPU/KIP
                 Kabupaten/Kota merupakan pihak yang akan selalu bersentuhan dengan
                 permasalahan  hukum  pemilu,  baik  tindak  pidana  pemilu,  pelanggaran
                 administratif  pemilu,  pelanggaran  kode  etik  penyelenggara  pemilu,
                 sengketa  pemilu,  maupun  perselisihan  hasil  pemilu.  Mengingat  itu,
                 memahami  setiap  aspek  dalam  permasalahan  hukum  pemilu  diperlukan
                 sehingga bisa memandu arah dan tujuan pelaksanaan tugas dan wewenang.


                 Pemahaman  terhadap  aspek  permasalahan  hukum pemilu  mesti  dimulai
                 dari memahami paradigma keadilan pemilu, kerangka hukum pemilu, dan
                 prinsip-prinsip  penyelesaian  pelanggaran  dan  sengketa  pemilu.  Bahwa
                 keadilan dalam pemilu bisa diwujudkan jika hak-hak politik warga negara
                 terpenuhi.  Jika  ada  hak  warga  negara  yang  terlanggar,  kerangka  hukum
                 pemilu  harus  menyediakan  ruang  untuk  mengembalikannya.  Karena  itu
                 kerangka hukum pemilu ini mesti disusun secara baik untuk mewujudkan
                 keadilan pemilu  dengan  memasukkan  semua prinsip-prinsip  penanganan
                 pelanggaran dan sengketa pemilu. Hal ini sesuai dengan tujuan salah satu
                 keadilan pemilu, yakni untuk memulihkan hak pilih warga negara di dalam
                 sebuah proses pemilu.


                 Oleh  karena  itu,  jajaran  penyelenggara  pemilu  diharapkan  mampu
                 memberikan gambaran secara utuh tentang permasalahan hukum pemilu



                              BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU     347
   358   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368