Page 360 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 360

di KPU (termohon) pada H-3 dengan membawa alat bukti yang dibutuhkan
                      dan berkas terkait.
                H-3   Bedah  kasus  dan  rapat  koordinasi  antara  pihak  termohon  dengan  turut
                      termohon serta menyempurnakan jawaban tertulis yang dimohonkan dan
                      melengkapi berkas yang dibutuhkan seperti alat bukti dan saksi.
                H-2   Pemantapan jawaban termohon dan koordinasi terkait kesiapan
                      menghadapi persidangan.
                H-1   Mengirimkan jawaban/keterangan tertulis ke MK.
                 H    Batas penyerahan jawaban/keterangan tertulis ke MK.
               Sidang  Hari persidangan.


           4. Pemetaan Daerah dan Pelanggaran Potensial Sengketa
           Proses  pemungutan  dan  penghitungan  suara  di  TPS,  rekapitulasi  hasil
           penghitungan  suara  di  PPK,  KPU  Kabupaten/Kota  dan  KPU  Propinsi,
           berpotensi  menjadi  penyebab  muncul  perselisihan  hasil.  Permasalahan
           yang timbul selama proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS dan
           rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPK, KPU Kabupaten/Kota dan KPU
           Propinsi, bisa dideteksi dari adanya keberatan dan protes dari para saksi
           peserta  pemilu,  dan  laporan  hasil  pemantauan  yang  disampaikan  oleh
           organisasi pemantau pemilu, serta pemberitaan media massa.


           Semua permasalahan tersebut perlu dicatat, diidentifikasi dan dipetakan
           oleh  tim,  karena  hal  itu  merupakan  potensi  terjadinya  perselisihan  hasil
           pemilu, yang akan diajukan oleh peserta pemilu yang merasa dirugikan.

           Dengan memetakan potensi perselisihan, berarti tim sudah mempersiapkan
           diri untuk menghadapi kemungkinan datangnya perselisihan hasil pemilu di
           MK.  Tim  bisa  mengingatkan  KPU,  KPU/  KIP  Propinsi  dan  KPU/  KIP
           Kabupaten/Kota  tertentu  untuk  bersiap-siap  menghadapi  persidangan
           perselisihan hasil pemilu di MK.


           Pemetaan  daerah  dan  pelanggaran  potensial  sengketa  dilakukan  dalam
           proses  pemungutan  dan  penghitungan  suara.  Dalam  pemetaan  itu,  tim
           dapat  berkoordinasi  dengan  KPPS,  PPS,  PPK,  KPU/KIP  Kabupaten/Kota,
           KPU/KIP  Propinsi  secara  berjenjang  untuk  mendokumentasikan  dan
           melaporkan  permasalahan  yang  muncul  di  TPS,  PPK,  KPU/KIP
           Kabupaten/Kota dan KPU/KIP Propinsi masing-masing secara estafet. KPPS


    344     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365