Page 362 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 362

adalah  Ketua/Anggota  KPPS.  Jika  lokasi perselisihan di  kecamatan,  maka
           yang perlu dihadirkan sebagai saksi adalah Ketua/Anggota PPK. Sedangkan
           bila  lokasi  perselesihan  di  Kabupaten/Kota,  maka  yang  perlu  dihadirkan
           sebagai  saksi  adalah  Ketua/Anggota  KPU  Kabupaten/Kota.  Bila  lokasi
           perselisihan di propinsi, maka yang perlu dihadirkan sebagai saksi adalah
           Ketua/Anggota  KPU  Propinsi.  Dan dalam  hal  lokasi perselisihan  nasional,
           maka yang perlu dihadirkan sebagai saksi adalah Ketua/Anggota KPU.


           Selain Ketua/Anggota KPPS, PPS, PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Propinsi
           dan KPU, perlu juga dipertimbangkan untuk menghadirkan saksi dari pihak-
           pihak  yang  memperkuat  penghitungan  suara  KPU  dan  kerja-kerja  yang
           sudah dilakukan oleh KPU, misalnya jajaran pengawas pemilu dan para saksi
           peserta pemilu.

           c)  Petunjuk, informasi dan dokumen elektronik.

           MK memberi kesempatan kepada para pihak untuk menunjukkan alat bukti
           lain, selain berita acara dan sertifikat penghitungan suara. Oleh karena itu,
           jika KPPS, PPS, PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Propinsi dan KPU, memiliki
           alat-alat bukti lain yang memperkuat penghitungan suara, seperti putusan
           pengadilan terkait pelanggaran pidana pemilu, surat keterangan, catatan
           laporan, dokumen-dokumen elektronik yang bisa dipertanggungjawabkan,
           maka alat-alat bukti tersebut perlu disiapkan untuk dibawa ke persidangan.


           6. Konsolidasi Menghadapi Persidangan
           Perselisihan hasil pemilu membuat KPU harus melakukan kegiatan sebagai
           berikut:  pertama,  menyusun  keterangan  tertulis  untuk  menjawab
           permohonan;  kedua,  menyertakan  bukti-bukti  sebagai  bagian  dari
           keterangan  tertulis;  ketiga,  mengikuti  pemeriksaan  pendahuluan;
           keempat,  mengikuti  pemeriksaan  persidangan;  kelima,  menindaklanjuti
           putusan MK.


           Dalam  rangka  menghadapi  kegiatan-kegiatan  tersebut,  Tim  PHPU,  tidak
           hanya  harus  bekerja  bersama  dengan  KPU  Propinsi,  tetapi  juga  harus
           mengkoordinasi para saksi yang berasal dari berbagai daerah perselisihan.
           Tidak  kalah pentingnya adalah  bekerja  sama  dengan  para  kuasa  hukum,
           yang akan mewakili KPU dalam persidangan di MK.



    346     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   357   358   359   360   361   362   363   364   365   366   367