Page 359 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 359

1. Memantau Pendaftaran

                 KPU  harus  memantau  proses  pendaftaran  permohonan  dalam  tenggang
                 waktu yang disediakan dan lakukan komunikasi informal dengan Panitera,
                 untuk  mengetahui  pemohon  perselisihan  hasil  di  MK  dan  daerah  yang
                 dimohonkan.

                 2. Koordinasi antar Penyelenggara

                 Setelah  mengetahui  peta  wilayah  yang  disengketakan,  sebaiknya  segera
                 membangun       koordinasi    dengan     KPU/KIP     Propinsi,   KPU/KIP
                 Kabupaten/Kota, PPK, PPS, dan KPPS berdasarkan tingkatan perselisihan.
                 Koordinasi  ini  diperlukan  agar penyelenggara  pemilu  diseluruh  tingkatan
                 bisa memetakan beberapa hal yakni:

                 a.  Masalah  yang  sempat  muncul  di  daerah  masing-masing,  berdasarkan
                    hasil  pemetaan  daerah  bermasalah  dan  berpotensi  menimbulkan
                    perselisihan hasil pemilu.
                 b. Bukti yang mungkin diperlukan.
                 c.  Saksi yang bersedia dan bisa dihadirkan.


                 3. Penataan alokasi waktu untuk menyiapkan jawaban

                             Tabel 7.2. Alokasi Waktu Untuk Menyiapkan Jawaban
                     Waktu                         Langkah Strategis
                      H-7   KPU menerima berkas permohonan dari panitera MK & memisahkannya
                            berdasarkan daerah pemilihan.
                      H-6   Tim menganalisis permohonan  untuk menyimpulkan pokok permohonan,
                            saksi dan alat bukti yang dibutuhkan dan mengirimkan (melalui fax) surat
                            pemberitahuan daerah pemilihan yang dimohonkan, pokok permohonan,
                            petunjuk  jawaban  atas  pokok  permohonan  berdasarkan  masing-masing
                            dapil, saksi dan alat bukti yang dibutuhkan serta permohonan masukan atas
                            hal-hal yang diperlukan terkait pokok permohonan.
                      H-5   Tim daerah membuat posisi kasus, list alat bukti dan saksi untuk kemudian
                            mengirimkannya  (melalui  fax)  dalam  waktu  1x24  jam  ke  Tim  KPU
                            (Termohon).  Sedangkan  Tim  KPU  membuat  rancangan  jawaban  tertulis,
                            mengumpulkan jawaban Tim daerah
                      H-4   Tim menganalisis kasus dan membuat kesimpulan awal berdasarkan posisi
                            kasus yang dibuat tim daerah. Tim KPU pada saat bersamaan mengundang
                            KPU daerah (turut termohon) hadir dalam rapat koordinasi dan bedah kasus




                              BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU     343
   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364