Page 378 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 378
yang bersangkutan adalah penduduk Indonesia yang memiliki KTP
elektronik dimasukkan dalam data pemilih DKI Jakarta.
3. Terkait pemilih yang berada di kawasan apartemen/rumah susun, KPU
DKI Jakarta berkoordinasi dengan P3RSI (Persatuan Perhimpunan
Penghuni Rumah Susun Indonesia) untuk memudahkan koordinasi
tatkala Petugas KPU dapat memasuki setiap ruangan penghuni untuk
dicoklit dan memfasilitasi pendirian Posko Pengecekan Pemilih di setiap
wilayah strategis apartemen/rumah susun. Demikian pula, meminta
bantuan mereka untuk memasang iklan layanan di setiap lift dan
penyebarluasan informasi terkait.
4. KPU se-DKI Jakarta membuka Posko Pelayanan dengan konsepsi
“menjemput bola” terhadap pemilih di daerah daerah strategis
perkotaan, antara lain Car Free Day di titik strategis tiap Kota, taman
Kota, sekolah, Kampus, Pasar dengan sebutan “Grebek Pasar”, dan di
daerah wisata- selain posko yang selalu ada di setiap kantor PPK PPS
dalam hal pelayanan sebagaimana dimaksud. Rapat koordinasi secara
berkala juga dilakukan dengan jajaran KPU dibawah dengan melibatkan
peserta Pemilu dan Bawaslu, selain juga dengan Dinas Dukcapil dan pihak
terkait lainnya. Di sini keterbukaan atas data dapat dibahas secara
langsung dan menyeluruh. Pembahasan terkait data ganda dan data
invalid juga rutin dilakukan oleh KPU DKI Jakarta dan ditindaklanjuti
dengan langsung turun ke lapangan oleh Petugas Pemilu Kecamatan
(PPK) atau Petugas Pemungutan Suara (PPS) untuk verifikasi kegandaan
dan kevalidan data yang sudah diinput.
5. Selain hal di atas, komunikasi yang dilakukan secara terbuka dengan
membentuk WA Group dengan semua Kepala Panti Sosial yang memiliki
warga binaan dengan kasus psikotik, Kepala Lapas/Rutan se DKI Jakarta,
dan dengan Kepala Dinas DukCapil wilayah DKI Jakarta. Bahkan grup ini
membicarakan rangkaian tindak lanjut pemuktahiran data pemilih dalam
siang dan malam.
6. Berkaca pada pengalaman KPU DKI Jakarta saat Pilgub 2017, maka dalam
hal terkait pemuktahiran data pemilih interaksi yang paling menjangkau
adalah dengan membuka pusat layanan informasi (call center). Hal ini
dilakukan untuk melengkapi pelayanan yang juga dapat dilakukan
melalui media sosial dan surat elektronik (email). Kelebihan dari pusat
pelayanan infomasi seperti ini adalah warga negara dapat meminta
infomasi selama 24 jam (terkhusus pertanyaan melalui whatsapp).
362 BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH

