Page 387 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 387
menyikapi permasalahan dan untuk menjaga suasana kondusif selama
proses penyelenggaraan Pemilu. Dalam melakukan kegiatan-kegiatan
tersebut, KPU memanfaatkan kearifan lokal dengan mengadaptasi nilai,
norma dan budaya lokal yang telah lama ada. KPU Provinsi Jawa Barat pada
Pemilu 2019 memiliki motto “Pemilu Akur, Jabar Sauyunan” yang
merupakan pernyataan kausalitas bahwa pelaksanaan Pemilu yang akur
akan membawa dampak sosial masyarakat yang sauyunan (damai dan
kondusif).
Buah dari berbagai upaya tersebut adalah angka partisipasi pemilih di Bali
tinggi. Selain itu, KPU Provinsi Bali juga berhasil meraih penghargaan
sebagai The Best Award KPU Provinsi bidang Kreasi dan Sosialisasi, The Best
Award Bidang Transparansi Penyelenggaraan Pemilu, Juara 2 Kehumasan,
dan Juara 2 Pilot Projek Pendidikan Pemilih. Sedangkan strategi dari KPU
Provinsi Jawa Barat menghasilkan pelaksanaan Pemilu 2019 yang berjalan
dengan damai dan kondusif. Selain itu, angka partisipasi Pemilu juga
meningkat dibandingkan dengan di Pemilu sebelumnya.
D.6. Potensi Konflik yang Tinggi
Pada beberapa wilayah, KPU dihadapkan pada konteks daerah dengan
potensi konflik sosial yang sangat tinggi. Mengatasai konteks ini, KPU Kota
Makasar melakukan pemetaan tingkat kerawanan Pemilu. Pilkada 2018 di
Kota Makasar diikuti oleh para calon yang berasal dari Parpol/gabungan
Parpol dan dari jalur perorangan. Terdapat konsekwensi logis jika di suatu
daerah diikuti oleh calon yang berasal dari jalur perseorangan, yaitu
penambahan volume kerja yang harus dihadapi penyelenggara. Untuk
daerah yang memiliki calon dari perseorangan, KPU harus melakukan
proses verifikasi dukungan. Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 dan
PKPU Nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur/Wakil
Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota/Wakil Wali Kota
menyebutkan bahwa jumlah dukungan menyesuaikan dengan jumlah
pemilih yang terdaftar di dalam DPT terakhir. Dokumen dukungannya juga
harus dilengkapi dengan KTP penduduk setempat.
Salah satu pasangan bakal calon di Pilkada Kota Makassar di Tahun 2018
adalah H. Ichsan Yasin Limpo dan Ir.H. Andi Muzakkar M.Si. Pasangan ini
menyerahkan berkas syarat dukungan kurang lebih 1 juta dukungan.
BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH 371

