Page 393 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 393

tugas   konstitusional   KPU     Provinsi   adalah   “mengoordinasikan,
                 menyelenggarakan,  dan  mengendalikan,  Penyelenggaraan  Pemilu  yang
                 dilaksanakan   oleh    KPU    Kabupaten/Kota”.    9   Dengan    demikian,
                 penyelenggaraan  Pemilu  yang  dilaksanakan  oleh  KPU  haruslah  dimaknai
                 sebagai upaya untuk memastikan berlangsungnya penyelenggaraan Pemilu
                 secara transparan, akuntabel, dan terhindar dari praktik-praktik kesalahan
                 maupun pelanggaran terhadap prinsip-prinsip penyelenggara Pemilu.


                 Atas dasar ini, KPU Sumut kemudian memberikan respon terhadap laporan
                 salah satu calon DPR RI tersebut. Untuk memastikan laporan itu KPU Sumut
                 meminta  KPU  Kabupaten  Nias  Barat  melakukan  pencermatan  terhadap
                 laporan  yang  diterima  untuk  memastikan  kebenarannya.  Dengan
                 disaksikan Bawaslu Nias Barat dan para saksi, KPU Kabupaten Nias Barat
                 melakukan pembukaan kotak untuk menyandingkan kembali data di DAA1
                 dengan  C1  plano  atau  C1  hologram di  seluruh  TPS di  3  tiga  kecamatan.
                 Hasilnya  menunjukkan  bahwa  memang  terjadi  penggelembungan  suara
                 oleh  seorang  calon  DPR  RI.  Setelah  mengkoreksi  dan  mendapatkan
                 perolehan  suara  yang  benar,  KPU  Kabupaten  Nias  Barat  kemudian
                 menginput data ke dalam formulir DB1 dan kemudian ditetapkan. Bukan
                 hanya  mengkoreksi,  KPU  Kabupaten  Nias  Barat  juga  kemudian  memberi
                 sanksi pemberhentian kepada PPK karena terbukti melakukan pelanggaran
                 kode etik serius menggelembungkan suara calon.


                 Respon  KPU  Sumut  ini  kemudian  mendapat  keberatan  dari  pihak  yang
                 merasa dirugikan karena pihak tersebut menganggap KPU Sumut melanggar
                 PKPU No. 4 Tahun 2019.     Atas hal itu, Bawaslu Provinsi Sumatera Utara
                 kemudian memutuskan bahwa KPU Sumut dan KPU Kabupaten Nias Barat
                 melakukan pelanggaran administrasi Pemilu. KPU Sumut juga diadukan ke
                 DKPP hingga kemudian lahir Putusan DKPP Nomor: 114-PKE-DKPP/VI/2019,
                 Anggota  KPU  Sumut  akhirnya  mendapatkan  peringatan  keras  dan
                 pencopotan  jabatan.  Kasus  ini  juga  disengketakan  dalam  PHPU  di
                 Mahkamah Konstitusi.


                 Sikap KPU Sumut yang konsiten dalam menjalankan prinsip penyelenggara
                 yang  mandiri,  profesional  dan  berintegritas  terbukti  membuahkan  hasil.


              9  Pasal 15 huruf c UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Pasal 20 huruf c PKPU Nomor 8
               Tahun 2019 tentang tata Kerja KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota.
                                              BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH   377
   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398