Page 395 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 395

bisa  dipelajari  dari  pengalaman  ini  bahwa  kualitas  Pemilu  tidak  hanya
                 sebatas  tanggungjawab  penyelenggara.  Kualitas  Pemilu  juga  sangat
                 ditentukan oleh peran masyarakat ataupun sinergitas dengan pemerintah
                 daerah.  Dalam  konteks  ini,  kemampuan  KPU  dalam  membangun
                 komunikasi dengan pihak-pihak terkait menjadi sangat penting. Selain itu,
                 kepercayaan terhadap KPU menjadi salah kunci bagi keterlibatan pihak lain
                 dalam setiap tahapan Pemilu. Kepercayaan dibangun dari banyak upaya,
                 misalnya penegakan prinsip kemandirian, profesionalitas, adil, dan lainnya.
                 Yang  juga  tidak  kalah  pentingnya  adalah  pengalaman  dari  KPU  Provinsi
                 Gorontalo dalam memanfaatkan tehnologi komunikasi dan informasi untuk
                 menunjang penyelenggaraan Pemilu.


                 Hampir  sama  dengan  itu,  pengalaman  KPU  Jawa  Barat  memberikan
                 pelajaran kepada kita akan pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap
                 tahapan.  Selain  itu,  meningkatkan  partisipasi  rakyat  di  dalam  proses
                 penyelenggaraan  Pemilu  bukan  hanya  sekedar  untuk  kepentingan  KPU,
                 namun juga untuk membangun sebuah kesadaran politik bahwa kedaulatan
                 itu  berada  di  tangan  rakyat.  Selain  itu,  KPU  perlu  menciptakan  banyak
                 kreativitas dan inovasi agar bisa merangsang masyarakat untuk ikut terlibat
                 dalam setiap proses Pemilu. Salah satunya adalah dengan menggunakan
                 mekanisme  kultural  dan  kearifan  lokal  yang  telah  berkembang  di
                 masyarakat.


                 Sedangkan pengalaman dari KPU Kota Makassar dan KPU Sulawesi Selatan
                 mengajarkan  kepada  kita  terkait  dengan  ketrampilan  dalam  mengelola
                 konflik di daerah yang memiliki tensi politik yang sangat tinggi. Selain itu,
                 belum semua regulasi Pemilu memberikan pedoman yang jelas bagaimana
                 mengantisipasi  atau  menghadapi  situasi-situasi  tertentu.  Dinamika  sosial
                 sangat beragam di berbagai daerah sehingga tidak mungkin sebuah regulasi
                 bisa menjangkau dinamika itu. Tindakan yang paling efektif bisa dilakukan
                 penyelenggara  adalah  bagaimana  melakukan  upaya  antisipatif  sebelum
                 terjadi konflik.


                 Pengalaman KPU Kabupaten Talaud dan KPU Sulawesi Selatan menunjukkan
                 bahwa Pemilu merupakan arena kompetisi dan menjadi sebuah wadah bagi
                 pihak-pihak  yang berkepentingan  untuk mendapatkan  kekuasaan.  Dalam
                 konteks ini, hampir segala cara akan dilakukan untuk memenangkan Pemilu.
                 Jika kepentingannya terhalangi, konsekuensinya, maka segala tindakan juga

                                              BAB 8 – PENGALAMAN BAIK DI BERBAGAI DAERAH   379
   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400