Page 76 - KIMIA ORGANIK- LIPID DH 2021 terbaru (untuk mahasiswa gabungan pdf)
P. 76

kandungannya  sudah  mengalami  kerusakan  tidak  baik  untuk  tubuh

                     manusia.  Saat  minyak  ini  dikonsumsi,  maka  bisa  berpengaruh  pada
                     timbulnya  asam  lemak  trans  yang  dapat  merubah  HDL  kolesterol,  LDL

                     kolesterol  dan  keseluruhan  kolesterol  yang  disebut  sistem  metabolisme

                     darah  serta  ini  berlangsung  melalui  sesuatu  sistem  bagian  berbentuk

                     penumpukan  yaitu  penyumbatan  pembuluh  darah  yang  selanjutnya

                     berujung pada penyakit jantung (Suryandari, E.T. 2014).
                           Pemakaian  minyak  secara  berulang  kali  ini  disebabkan  karena  harga

                     minyak yang semakin mahal dan untuk masyarakat ekonomi rendah sangat

                     berpengaruh. Padahal dalam pemakaian minyak yang berulang kali, apalagi

                     sampai terjadi perubahab warna minyak menjadi gelap dan kehitaman serta
                     dalam  suhu  yang  tinggi  akan  menyebabkan  minyak  menjadi  rusak

                     (Misrawati,  2015).  Pemanasan  minyak  pada  suhu  tinggi,  menyebabkan

                     putusnya  ikatan  rangkap  didalam  minyak,  teroksidasi  menjadi  aldehid

                     maupun  keton  yang  menyebabkan  bau  tengik  (Ketaren,1986).  Terjadinya

                     perubahan  fisik  pada  minyak  jelantah  disebabkan  karena  banyaknya
                     kotoran,  senyawa-senyawa  asam  karboksilat  bebas  yang  berasal  dari

                     penggorengan  sebelumnya,  dan  terjadinya  reaksi  degradasi  yang  dapat

                     menurunkan kualitas minyak (Syabanu, dkk., 2005).

                           Kualitas  minyak  goreng  ditentukan  dari  komponen  asam  lemak

                     penyusunnya,  yaitu  golongan  asam  lemak  jenuh  atau  tidak  jenuh.  Asam
                     lemak  tidak  jenuh  mengandung  ikatan  rangkap.  Asam  lemak  jenuh  tidak

                     mempunyai  ikatan  rangkap.  (Mahatta,  1975).    Asam  lemak  yang  memiliki

                     semakin  banyak  ikatan  rangkap  akan  semakin  reaktif  terhadap  oksigen

                     sehingga  cenderung  mudah  teroksidasi.  Sementara  itu,  asam  lemak  yang

                     rantainya  dominan  mengandung  ikatan  tunggal  cenderung  lebih  mudah
                     terhidrolisis. Proses kerusakan tersebut dapat menurunkan kualitas minyak.

                     Reaksi  penting  lain  adalah  hidrogenasi,  yaitu  penjenuhan  ikatan  rangkap

                     oleh hidrogen. Rantai asam lemak, yang mengandung sedikitnya satu ikatan

                     rangkap,  akan  membentuk  isomer  geometris.  Sebagian  besar  asam  lemak

                     Lipid                                                                          68
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81