Page 25 - Laptah Dit. SPO 2020 sesuai outline
P. 25
mewujudkan hal ini diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat.
Oleh karena itu, pegawai Direktorat Standardisasi Pangan Olahan harus memiliki
kompetensi terkait dengan pengetahuan berbagai jenis, karakteristik, dan proses produksi
bahan kemasan yang digunakan dalam kemasan fleksibel, informasi terkait bahan kemasan
yang cocok untuk tiap-tiap jenis pangan, serta Informasi terkait jenis tinta dan perekat yang
cocok dan aman untuk kemasan pangan, dan bagaimana penilaian keamanannya.
Pada tahun 2019, sebanyak 4 (empat) orang perwakilan dari Direktorat Standardisasi
Pangan Olahan yaitu Dra. Lasrida Yuniaty, Apt., Desy Rasta Waty, S.Si, Apt., M.Si,
Sentani Chasfila, S.Farm, Apt., dan Nurul Ikka Sekardani, S.Farm, Apt., telah mengikuti
Workshop on Packaging Technology yang diselenggarakan oleh Indonesia Packaging
Federation (IPF) pada tanggal 19-21 Februari 2019 di Jakarta Selatan. Workshop ini
diikuti oleh perwakilan dari industri pangan, farmasi dan industri personal care seperti
bagian pengembangan kemasan, ahli kemasan, dan yang berhubungan dengan pengemasan.
Workshop yang dilaksanakan selama 3 hari akan terbagi menjadi 2 sesi, hari pertama dan
hari terakhir penyampaian materi yang disampaikan oleh pembicara, sedangkan hari kedua
kegiatan factory visit ke industri kemasan. Workshop ini membahas semua tentang
pengemasan fleksibel, tubes termasuk pengembangan bahan kontak pangan, solusi
produksi yang hemat biaya dan beberapa strategi utama termasuk studi kasus yang dibahas
secara berkelompok.
3. Seminar Halal “Jaminan Produk Halal, Jalan Indonesia menuju Trendsetter Pasar
Global”
Transisi SNI Halal dari voluntary menjadi mandatory dilakukan karena negara merasa
perlu masyarakat terjamin atas kepastian peredaran produk halal di Indonesia. Ruang
lingkup dari SNI Halal ini antara lain industri pengolahan (pangan, obat, kosmetika), rumah
potong hewan, proses produksi, katering, restoran, industri jasa (distributor, warehouse,
transporter, perhotelan, retailer), dan barang gunaan. Dalam menjalankan SNI Halal ini
organisasi perlu adanya penyelia halal yaitu orang dan/atau tim yang bertanggung jawab
pada pelaksanaan manajemen halal di suatu organisasi. Penyelia halal akan memastikan
proses produk halal dari hulu ke hilir dan disini perlu dipastikan bahwa penyelia halal perlu
sesuai dengan kualifikasi yang mana diperlukan pelatihan mengenai persyaratan halal dari
otoritas kompeten yang diakui.
19

