Page 8 - ACTIVE EDISI MARET 2019
P. 8
CSR
PUPUK KALTIM ANGKAT KEARIFAN LOKAL PRODUK
MITRA BINAAN DI PAMERAN ADIWASTRA NUSANTARA
upuk Kaltim kembali fasilitasi promosi produk antusias para pengunjung, melihat banyaknya apresiasi
mitra binaan agar lebih berdaya saing di pasar dan tingginya permintaan produk yang dipasarkan.
nasional, melalui pameran bertajuk Adiwastra Hal ini pun menjadi kebanggaan dan semangat bagi
PNusantara di Balai Sidang Jakarta Convention Pupuk Kaltim, untuk terus membina mitra binaan
Center (JCC) selama lima hari. Dibuka Menteri dengan berbagai terobosan ke depannya. “Kualitas
Perindustrian RI Airlangga Hartarto pada 20 Maret produk mitra binaan Pupuk Kaltim sangat diakui para
2019. Pameran Adiwastra merupakan wadah promosi pengunjung, permintaan pun terbilang tinggi. Itu salah
berbagai produk tenun, sulam, sasirangan, jumputan, satu hal yang membanggakan,” tutur Cantri.
serta beragam jenis wastra adati yang merupakan
budaya khas Nusantara. Diikuti lebih dari 400 pengrajin Niswatun Huda, mitra binaan asal Kalimantan Selatan
Industri Kecil dan Menengah (IKM) se-Indonesia. dengan produk kain Cempaka Sasirangan, mengatakan
pembinaan Pupuk Kaltim sangat berdampak terhadap
Pupuk Kaltim fasilitasi 3 mitra binaan yang bergerak pada perkembangan usahanya. Tak hanya bantuan modal dan
usaha kerajinan kain tradisional, diantaranya Batik Beras keterampilan, berbagai ajang promosi baik di daerah
Basah Bontang, Batik Tulis Tradisional Samarinda dan hingga nasional kerap difasilitasi Pupuk Kaltim, sehingga
Kain Cempaka Sasirangan Kalimantan Selatan. “Selain produknya makin dikenal dengan pasar yang lebih luas.
bentuk pembinaan dan promosi, kegiatan ini juga upaya “Salah satunya pameran ini, banyak pengunjung tertarik
meningkatkan produktivitas serta inovasi mitra binaan agar dengan kain Sasirangan, apalagi permintaan juga tinggi.
lebih maju dan berkembang,” ujar Staf Departemen CSR Selain produk kami makin dikenal, potensi penjualan ke
Pupuk Kaltim Cantri Winarti, selaku pendamping. Sejalan berbagai daerah juga meningkat,” ucap dia.
dengan tema Wastra Adati Generasi Digital, keikutsertaan
tiga mitra binaan tersebut sekaligus menunjukkan peran Begitu pula Lilis Suryani, pengrajin batik tulis asal
aktif Pupuk Kaltim dalam mendorong pengembangan Samarinda ini juga mengaku sangat terbantu dengan
UKM, melalui potensi batik dan kain tradisional di era pembinaan Pupuk Kaltim. Usaha yang digelutinya dari nol
digitalisasi industri 4.0, tanpa meninggalkan kearifan lokal mampu berkembang perlahan, dengan kualitas produk
sebagai bagian budaya nusantara. Seperti Batik Beras yang tak kalah dengan kerajinan serupa dari daerah lain.
Basah, mengangkat kearifan lokal Bontang pada corak “Satu hal yang terus diingatkan tim Pupuk Kaltim, yakni
kain yang diproduksi, hingga mampu menjadi kerajinan produk harus berkualitas agar mampu bersaing di pasaran
batik pertama di Kalimantan Timur yang mendapatkan dan komitmen itu kami pegang hingga kini,” kata Lilis.
sertifikat Standart Nasional Indonesia (SNI).
Adiwastra Nusantara merupakan pameran kain tradisional
“Inovasi itu penting, begitu pula dengan produk terbesar di Indonesia, diselenggarakan sejak 2008 atas
yang dihasilkan, bisa menyesuaikan selera dan inisiasi Pegiat Kain Adati Nusantara. Didukung kerjasama
perkembangan zaman. Namun tetap mempertahankan Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan
kearifan lokal di dalamnya,” tambah Cantri. Beragam UKM, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN dan
karya mitra binaan Pupuk Kaltim diakui Cantri mendapat Badan Ekonomi Kreatif. (*/vo/nav)
8 Active Pupuk Kaltim Edisi 31 Maret 2019

