Page 24 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JULI 2021
P. 24

Judul               Pegawai Mal Terancam di-PHK
                Nama Media          Warta Kota
                Newstrend           PPKM Darurat
                Halaman/URL         Pg10
                Jurnalis            abs
                Tanggal             2021-07-19 05:49:00
                Ukuran              142x135mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 25.560.000

                News Value          Rp 76.680.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif




              Ringkasan
              Meski  pemerintah  secara  resmi  belum  memutuskan  mengenai  perpanjangan  PPKM  Darurat,
              namun dampaknya telah diprediksi oleh para pelaku usaha apabila jadi diberlakukan. Djaelani
              Ketua  Asosiasi  Pengelola  Pusat  Belanja  Indonesia  (APPBI)  Kota  Bekasi  menjelaskan  cukup
              banyak pengusaha mal yang nantinya terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja
              (PHK) pegawainya lantaran tak ada pemasukan selama PPKM Darurat.



              PEGAWAI MAL TERANCAM DI-PHK

              Meski  pemerintah  secara  resmi  belum  memutuskan  mengenai  perpanjangan  PPKM  Darurat,
              namun dampaknya telah diprediksi oleh para pelaku usaha apabila jadi diberlakukan.

              Djaelani  Ketua  Asosiasi  Pengelola  Pusat  Belanja  Indonesia  (APPBI)  Kota  Bekasi  menjelaskan
              cukup banyak pengusaha mal yang nantinya terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan
              kerja (PHK) pegawainya lantaran tak ada pemasukan selama PPKM Darurat.
              “Nah yang di depan mata ini dampaknya akan tcijadi karyawan yang dirumahkan, balikan PHK.
              Karena dari beberapa perusahaan dana cadangannya sudah terpakai untuk operasional masing-
              mading tenan. Itu yang kami khawatirkan,” kata Djaelani saat dikonfirmasi, Minggu (18/7). '

              Pada pandemi gelombang pertama petengahan  tahun lalu, sudah banyak pegawai mal yang
              terkena PHK.

              Pada  gelombang  kedua  kali  ini,  juga  dikhawatirkan  akan  menyebabkan  geliat  perekonomian
              semakin lesu.

              Djaelani menjelaskan para pengusaha di 18 mal se-Kota Bekasi, kini telah merumahkan sisa
              karyawannya yang dipertahankan sejak pandemi gelombang satu.
              “Kalau kontrak dan pegawai tetap ya kami gaji, itungannya dia WFH. Berat bagi kami. Karena
              tetap dibayar meski ada pemotongan," tuturnya.

              Tenan  di  sektor  esensial  dan  kritikal  hanya  diisi  sebanyak  50  persen  dari  total  pegawai.
              Sementara itu tenan non esensial praktis merumahkan semua kaiyawannya.
                                                           23
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29