Page 188 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 188
Judul KSPI Ingin THR Pegawai Dibayar Penuh: Hentikan Keserakahan
Korporasi
Nama Media tempo.co
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://bisnis.tempo.co/read/1449344/kspi-ingin-thr-pegawai-dibayar-
penuh-hentikan-keserakahan-korporasi
Jurnalis Francisca Christy Rosana
Tanggal 2021-04-05 13:01:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Said Iqbal (ketua KSPI) Stimulus sudah dikasih, relaksasi kredit dikasih, pajak penjualan
mobil diringankan. Kenapa sudah dikasih (insentif) tapi masih neken ( buruh ) terus. Jadi
hentikan keserakahan korporasi
neutral - Said Iqbal (ketua KSPI) Jangan bersilat lidah Menko Perekonomian dan Menteri
Ketenagakerjaan
Ringkasan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI Said Iqbal meminta perusahaan tak
lagi mencicil pembayaran tunjangan hari raya atau THR menjelang Lebaran 2021. Musababnya,
perusahaan telah memperoleh penyaluran pelbagai stimulus dan keringanan pembayaran pajak
dari pemerintah. "Stimulus sudah dikasih, relaksasi kredit dikasih, pajak penjualan mobil
diringankan. Kenapa sudah dikasih (insentif) tapi masih neken ( buruh ) terus. Jadi hentikan
keserakahan korporasi," ujar Said dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Senin,
5 April 2021.
KSPI INGIN THR PEGAWAI DIBAYAR PENUH: HENTIKAN KESERAKAHAN
KORPORASI
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI Said Iqbal
meminta perusahaan tak lagi mencicil pembayaran tunjangan hari raya atau THR menjelang
Lebaran 2021. Musababnya, perusahaan telah memperoleh penyaluran pelbagai stimulus dan
keringanan pembayaran pajak dari pemerintah.
"Stimulus sudah dikasih, relaksasi kredit dikasih, pajak penjualan mobil diringankan. Kenapa
sudah dikasih (insentif) tapi masih neken ( buruh ) terus. Jadi hentikan keserakahan korporasi,"
ujar Said dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Senin, 5 April 2021.
187

