Page 186 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 186

Ringkasan

              bakal menggelar aksi besar-besaran tanggal 12 April 2021 atau menjelang bulan Ramadhan tiba.
              Presiden  Konfederasi  Serikat Pekerja  Indonesia ,  Said  Iqbal,  mengatakan  aksi  tersebut  tidak
              hanya dilakukan di Jakarta saja. Tak tanggung-tanggung, Said Iqbal mengungkapkan setidaknya
              aksi itu akan melibatkan puluhan ribu buruh dari 1.000 perusahaan yang tersebar di Indonesia.
              Aksi ini tidak hanya diikuti oleh KSPI, tapi berbagai elemen buruh lainnya.



              BURUH DI 1.000 PABRIK AKAN AKSI BESAR-BESARAN, APA YANG MAU DITUNTUT?

              bakal menggelar aksi besar-besaran tanggal 12 April 2021 atau menjelang bulan Ramadhan tiba.
              Presiden  Konfederasi  Serikat Pekerja  Indonesia ,  Said  Iqbal,  mengatakan  aksi  tersebut  tidak
              hanya dilakukan di Jakarta saja.
              Tak  tanggung-tanggung,  Said  Iqbal  mengungkapkan  setidaknya  aksi  itu  akan  melibatkan
              puluhan ribu buruh dari 1.000 perusahaan yang tersebar di Indonesia. Aksi ini tidak hanya diikuti
              oleh KSPI, tapi berbagai elemen buruh lainnya.

              "Dari sisi jumlah yang mengikuti aksi puluhan ribu orang. Dari sisi jumlah perusahaan atau pabrik
              ada 1.000-an. Dari sisi sebaran provinsi ada 20 provinsi. Dari sebaran kabupaten atau kota lebih
              dari 150 kabupaten kota," kata Said Iqbal saat konferensi pers secara virtual, Senin (5/4).

              Said Iqbal membeberkan berbagai sektor industri mulai dari banking, logistik, garmen, sepatu,
              makanan,  minuman,  percetakan,  penerbitan,  media,  pariwisata,  otomotif,  energi,  hingga
              pertambangan siap berpartisipasi dalam aksi tersebut. Sementara 20 provinsi yang dimaksud
              Said Iqbal mulai dari DKI Jakarta, Jatim, Jabar, Jateng, hingga Maluku.

              Lalu, apa yang dituntut buruh dari aksi besar-besaran itu? "Yaitu menolak Omnibus Law UU Cipta
              Kerja, meminta hakim Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan, mencabut UU 11 tahun 2020
              tentang Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan," ujar Said Iqbal.

              Said  iqbal  tetap  membayarkan  upah  minimum  sektoral  kabupaten  atau  kota  tahun  2021.
              Sedangkan yang ketiga adalah soal Tunjangan Hari Raya (THR).

              "Dan  ketiga  memastikan  pemerintah  dan  pengusaha  wabil  khusus  pengusaha  di  seluruh
              Indonesia untuk membayar THR tahun 2021 ini secara penuh dan tidak dicicil," ungkap Said
              Iqbal.

              Mengenai  THR  ini,  Said  Iqbal  merasa  pemerintah  sebenarnya  sudah  meminta  pengusaha
              membayarkan  THR  secara  penuh.  Apalagi,  kata  Said  Iqbal,  pengusaha  sudah  mendapatkan
              berbagai stimulus seperti relaksasi pajak.

              "Bentuk aksinya ada perwakilan yang pada tanggal 12 April datang ke Mahkamah Konstitusi
              sebagai simbol penolakan Omnibus Law. Dan di daerah-daerah ada perwakilan yang datang ke
              kantor gubernur, atau bupati, wali kota di daerahnya masing-masing," terang Said Iqbal.

              Sedangkan untum yang berada di 1.000 pabrik, Said Iqbal menjelaskan buruh tidak akan keluar
              di perusahaan. Sebab, aksi digelar di lingkungan perusahaan. Aksi di perusahaan itu tentu harus
              dilaporkan dulu ke aparat terkait.
              "Jadi akan ada perwakilan yang keluar dari proses produksi, kemudian mereka akan berdiri di
              dalam pabrik, dalam pagar-pagar pabrik sambil membawa dan menyuarakan kepentingannya,
              isunya,  perjuangannya  dengan  membentangkan  spanduk  atau  membentangkan,  membawa
              poster-poster tentang tiga isu tadi," beber Said Iqbal.


                                                           185
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191