Page 654 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 654

Sebelumnya, meski sudah menuai protes dari serikat buruh di Tanah Air, pemerintah dan DPR
              tak bergeming dan terus melanjutkan upaya pengesahan RUU yang masuk dalam paket omnibus
              law tersebut.

              Saat ini,  Omnibus Law  RUU Cipta Kerja  tinggal menunggu pengesahan di rapat Paripurna DPR.

              Dalam rapat Baleg, dua fraksi menyatakan menolak RUU ini yaitu Partai Keadilan Sejahtera dan
              Partai Demokrat.

              Sementara sebanyak tujuh fraksi melalui pandangan fraksi mini telah menyetujui yaitu Partai
              Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai
              Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan.

              Lalu apa itu omnibus law yang jadi kontroversi dan ditolak mati-matian oleh kalangan buruh dan
              apa isi  RUU Cipta Kerja  ( omnibus law itu apa)?  Secara terminologi, omnibus berasal dari
              Bahasa Latin yang berarti untuk semuanya.

              Dalam konteks hukum, omnibus law adalah hukum yang bisa mencakup untuk semua atau satu
              undang-undang yang mengatur banyak hal.

              Dengan  kata  lain,  omnibus  law  artinya  metode  atau  konsep  pembuatan  regulasi  yang
              menggabungkan  beberapa  aturan  yang  substansi  pengaturannya  berbeda,  menjadi  satu
              peraturan dalam satu payung hukum.

              RUU Cipta Kerja hanya salah satu bagian dari omnibus law.

              Dalam omnibus law, terdapat tiga RUU yang siap diundangkan, antara lain RUU tentang Cipta
              Kerja, RUU tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian, dan
              RUU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

              Namun demikian,  Omnibus Law  Cipta Kerja jadi RUU yang paling banyak jadi sorotan publik.

              Selain dianggap banyak memuat pasal kontroversial,  RUU Cipta Kerja  dinilai serikat buruh hanya
              mementingkan kepentingan investor.


              Secara  substansi,    RUU  Cipta  Kerja    adalah  paket    Omnibus  Law    yang  dampaknya  paling
              berpengaruh pada masyarakat luas, terutama jutaan pekerja di Indonesia.

              Hal ini yang membuat banyak serikat buruh mati-matian menolak  RUU Cipta Kerja  .

              Sementara itu, dikutip dari Naskah Akademik  Omnibus Law  RUU Cipta Kerja  , ada 11 klaster
              yang  masuk  dalam  undang-undang  ini  antara  lain  Penyederhanaan  Perizinan,  Persyaratan
              Investasi,  Ketenagakerjaan,  Kemudahan  Berusaha,  Pemberdayaan  dan  Perlindungan  UMKM,
              Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi Pemerintahan, Pengenaan Sanksi, Pengadaan Lahan,
              Kemudahan Investasi dan Proyek Pemerintah, serta Kawasan Ekonomi Khusus.
              Dalam  prosesnya  di  parlemen,  tidak  ada  perbedaan  dengan  proses  pembuatan  UU  pada
              umumnya sebagaimana yang dibahas di DPR.

              Hanya saja, isinya tegas mencabut atau mengubah beberapa UU yang terkait.

              Pasal kontroversial  Banyaknya UU yang tumpang tindih di Indonesia ini yang coba diselesaikan
              lewat  Omnibus Law  .
              Salah satunya sektor ketenagakerjaan.


              Jika disahkan,  RUU Cipta Kerja  akan merevisi sejumlah pasal di UU Nomor 13 Tahun 2003
              tentang Ketenagakerjaan.
                                                           653
   649   650   651   652   653   654   655   656   657   658   659