Page 655 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 655

Di  sektor  ketenagakerjaan,  pemerintah  berencana  menghapuskan,  mengubah,  dan
              menambahkan pasal terkait dengan UU Ketenagakerjaan.
              Contohnya,  pemerintah  berencana  mengubah  skema  pemberian  uang  penghargaan  kepada
              pekerja yang terkena PHK.

              Besaran uang penghargaan ditentukan berdasarkan lama karyawan bekerja di satu perusahaan.

              Namun,  jika  dibandingkan  aturan  yang  berlaku  saat  ini,  UU  Nomor  13  Tahun  2003  tentang
              Ketenagakerjaan, skema pemberian uang penghargaan Omnibus Law RUU Cipta Kerja justru
              mengalami penyusutan.

              Di dalam  Omnibus Law  RUU Cipta Kerja  , pemerintah juga berencana menghapus skema
              pemutusan hubungan kerja (PHK), dimana ada penghapusan mengenai hak pekerja mengajukan
              gugatan ke lembaga perselisihan hubungan industrial.
              Sejumlah pasal dari RUU  Omnibus Law  adalah dianggap serikat buruh akan merugikan posisi
              tawar pekerja.

              Salah satu yang jadi sorotan yakni penghapusan skema upah minimum UMK yang diganti dengan
              UMP yang bisa membuat upah pekerja lebih rendah.

              Lalu, buruh juga mempersoalkan Pasal 79 yang menyatakan istirahat hanya 1 hari per minggu.
              Ini artinya, kewajiban pengusaha memberikan waktu istirahat kepada pekerja atau buruh makin
              berkurang dalam  Omnibus Law  RUU Cipta Kerja  .

              Jika  disahkan,  pemerintah  dianggap  memberikan  legalitas  bagi  pengusaha  yang  selama  ini
              menerapkan jatah libur hanya sehari dalam sepekan.

              Sementara  untuk  libur  dua  hari  per  minggu,  dianggap  sebagai  kebijakan  masing-masing
              perusahaan yang tidak diatur pemerintah.

              Hal ini dinilai melemahkan posisi pekerja.

              Isi lengkap  Omnibus Law  RUU Cipta Kerja  Beberapa ketentuan  RUU Cipta Kerja  juga dianggap
              kontroversial antara lain terkait pekerja kontrak (perjanjian kerja waktu tertentu/PKWT), upah,
              pesangon,  hubungan  kerja,  mekanisme  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK),  penyelesaian
              perselisihan hubungan industrial, serta jaminan sosial.

              Berikut isi  RUU Cipta Kerja  (apa itu omnibus law atau omnibus law itu apa):  Isi  RUU Cipta
              Kerja  Lengkap (PDF)  Klaim pemerintah  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian  Airlangga
              Hartarto  mengatakan,  Omnibus Law  RUU Cipta Kerja  akan bermanfaat besar untuk mendorong
              pemulihan ekonomi nasional dan membawa Indonesia memasuki era baru perekonomian global.

              "RUU Cipta Kerja akan mendorong reformasi regulasi dan debirokratisasi, sehingga pelayanan
              Pemerintahan akan lebih efisien, mudah, dan pasti, dengan adanya penerapan Norma, Standar,
              Prosedur, dan Kriteria (NSPK) dan penggunaan sistem elektronik," ujar Menko Airlangga dlama
              keterangan resminya.

              Selama  ini  kata  Airlangga,  masalah  yang  kerap  menghambat  peningkatan  investasi  dan
              pembukaan  lapangan  kerja,  antara  lain  proses  perizinan  berusaha  yang  rumit  dan  lama,
              persyaratan investasi yang memberatkan, pengadaan lahan yang sulit, hingga pemberdayaan
              UMKM dan koperasi yang belum optimal.

              Ditambah lagi, proses administrasi dan birokrasi perizinan yang cenderung lamban pada akhirnya
              menghambat investasi dan pembukaan lapangan kerja.

                                                           654
   650   651   652   653   654   655   656   657   658   659   660