Page 804 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 804
GEMUK WAMEN DI PEMERINTAHAN JOKOWI
Presiden Jokowi berencana untuk kembali mengangkat dua wakil menteri (wamen) baru di dua
kementerian. Satu di Kementerian Ketenagakerjaan dan satu lagi di Kementerian Koperasi dan
UKM.
Dengan begitu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dan Menteri Koperasi dan UKM
( Menkop UKM) Teten Masduki bakal memiliki Wamen untuk membantu kerja mereka di
pemerintahan.
Untuk penetapan jabatan Wamen Ketenagakerjaan, diputuskan Jokowi dalam Peraturan
Presiden Nomor 95 Tahun 2020 tentang Kementerian Ketenagakerjaan.
Dalam Perpres yang diteken Jokowi pada 23 September 2020, disebutkan pada Bab I Pasal I
ayat (1), Kementerian Ketenagakerjaan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Presiden. Ayat (2), Kementerian Ketenagakerjaan dipimpin oleh Menteri.
"Dalam memimpin Kementerian Ketenagakerjaan, Menteri dibantu oleh Wakil Menteri sesuai
dengan penunjukan Presiden. Wakil Menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden pada Pasal
2 ayat (1) dan (2)," seperti dikutip kumparan , Minggu (4/10).
Jabatan ini merupakan baru bagi dua kementerian tersebut. Itu artinya, dua kursi wamen ini
akan menambah gemuk struktur organisasi di pemerintahan. Padahal, pada pelantikannya
sebagai Presiden Periode 2019-2024, Jokowi mengatakan bakal memangkas birokrasi di
pemerintahannya.
" Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak
kebanyakan?" kata Jokowi saat pidato pelantikan presiden di Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta, Minggu (20/10).
Jokowi juga meminta tingkatan eselon dipangkas menjadi dua level. Yakni diganti dengan
jabatan fungsional. Birokrasi dipangkas karena menghambat investasi yang masuk ke Indonesia.
"Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang
menghargai keahlian, menghargai kompetensi," tegasnya.
Usai Jokowi mengumumkan keputusan itu, beberapa kementerian pun langsung
menerapkannya. Salah satunya Kementerian PUPR yang memangkas 1.300 jabatan Eselon IV
pada November 2019.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kala itu mengatakan jumlah pejabat Kementerian PUPR yang
ada di eselon IV mencapai 1.300 orang. Pejabat ini tersebar di pusat dan balai-balai PUPR di
daerah.
Dengan pemangkasan, maka 1.300 pejabat eselon IV Kementerian PUPR akan berubah jabatan
menjadi fungsional. Adapun seluruh pejabat eselon IV seluruh lembaga dan kementerian yang
ada di Indonesia 327.771 orang dan eselon V sebanyak 14.430 orang.
Selain itu, pada Desember 2019 lalu Jokowi juga pernah mengangkat Wakil Kepala Staf
Kepresidenan (KSP) untuk mendampingi Moeldoko. Jabatan itu ditetapkan Jokowi dua bulan
setelah dia memutuskan memangkas eselon III dan IV.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno membantah rencana pengangkatan Wakil
Menteri baru untuk mendampingi Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah dan Menteri
Koperasi dan UKM ( Menkop UKM) Teten Masduki.
803

