Page 802 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 802

PERJALANAN RUU CIPTA KERJA JELANG PENGESAHAN OLEH DPR

              Pemerintah dan DPR kompak mengebut finalisasi pembahasan Rancangan Undang-Undang atau
              RUU  Cipta Kerja   .  Dalam  pembahasan  akhir  yang  berlangsung  Sabtu  (3/10)  malam,  Badan
              Legislasi atau Baleg  DPR  dan pemerintah akhirnya menyetujui pengambilan keputusan tingkat
              I atas RUU Cipta Kerja itu.

              Dalam pengambilan keputusan tersebut, ada tujuh fraksi DPR yang menyetujui RUU Cipta Kerja
              untuk selanjutnya dibawa ke sidang paripurna untuk disahkan.

              "RUU  Cipta  Kerja  disetujui  untuk  pengambilan  keputusan  di  tingkat  selanjutnya  (Sidang
              Paripurna  DPR),"  kata  Ketua  Baleg  DPR,  Supratman  Andi  Agtas,  Sabtu (3/10).  "Tujuh  fraksi
              menerima  dan  dua  menolak,  tapi  pintu  komunikasi  tetap  dibuka,  hingga  menjelang  Rapat
              Paripurna," lanjutnya.

              Tujuh fraksi yang menyetujui adalah Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai
              Golkar, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi PKB, Fraksi PPP, dan Fraksi PAN. Sedangkan dua fraksi yang
              menolak, yakni Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat.

              Rencana pengesahan RUU Cipta Kerja oleh  DPR  itu direspons rencana aksi mogok kerja dan
              unjuk  rasa  oleh  sebagian  serikat  buruh  dan  konfederasi  serikat  pekerja.  Hal  ini  didasari
              ketidaksetujuan mereka terhadap  RUU Cipta Kerja  .

              "Dasar hukum mogok nasional ini adalah menggunakan dua undang-undang, yaitu UU No. 9
              tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum (Demonstrasi) dan
              UU No 13 Tahun 2003  tentang Ketenagakerjaan," kata Presiden Konfederasi  Serikat Pekerja
              Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

              Menurutnya,  rencana  mogok  para  buruh  akan  mengikuti  prosedur  dari  dua  undang-undang
              tersebut. Mereka rencananya akan mogok kerja mulai pada 6-8 Oktober 2020.

              Ketua  Umum  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin),  Rosan  P.  Roeslani, mengatakan  kalangan
              dunia usaha berkomitmen untuk tetap bekerja. Ia memastikan pabrik akan tetap beroperasi.
              Rosan mengingatkan buruh yang nekat mogok kerja pada hari tersebut akan dikenakan sanksi.

              "Apabila  ada demo  tetap  melakukan  protokol  COVID-19,  sesuai  arahan  pemerintah.  (Terkait
              sanksi) tentunya akan dikembalikan sesuai dengan peraturan dan policy perusahaan masing-
              masing dalam pengaturannya," kata Rosan kepada  kumparan  , Minggu (4/10).
              Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  atau  Apindo  juga  telah  mengeluarkan  edaran  ke  kalangan
              pengusaha  dan  pekerja/  buruh,  untuk  mematuhi  peraturan  perundang-undangan  tentang
              ketenagakerjaan, serta situasi pandemi virus corona. "Yang harus diingat juga terkait dengan
              ketentuan  tentang  mogok  kerja  termasuk  sanksi  yang  dapat  dijatuhkan  terhadap
              pelanggarannya," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani.

              RUU Cipta Kerja  DPR  Buruh  Pengusaha2020 (c) PT Dynamo Media Network  Version 1.1.289.















                                                           801
   797   798   799   800   801   802   803   804   805   806   807