Page 800 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 800

YLBHI SOROTI PELUANG KORUPSI DALAM RUU CIPTA KERJA

              Omnibus  Law    RUU  Cipta  Kerja    terus  mendapat  sorotan  setelah  DPR  dan  pemerintah
              menyepakati membawanya ke Rapat Paripurna DPR RI.

              Ketua Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI)  Asfinawati  menyoroti potensi adanya abuse
              of power dalam RUU tersebut.

              Ia  mencontohkan,  kewenangan  kepolisian  untuk  memberikan  izin  usaha  dan  pengawasan
              terhadap bidang usaha jasa pengamanan.
              Kewenangan tersebut terdapat pada pasal 15 ayat 2 huruf f yang berbunyi memberikan izin
              operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa pengamanan yang
              akan ditambahkan wewenangnya bagi kepolisian untuk terlibat dalam pemberian izin usaha.

              Hal itu disampaikannya dalam webinar bertajuk 'Kontroversi RUU Ciptaker: Percepatan Ekonomi
              dan Rasa Keadilan Sosial', Minggu (4/10/2020) malam.

              "Sebetulnya ada peluang korupsi atau abuse of power setidak-tidaknya di dalam RUU ini. Saya
              ambilkan contoh kecil saja yaitu memberikan wewenang kepada polisi untuk memberikan izin
              usaha dan pengawasan terhadap bidang usaha jasa pengamanan," kata  Asfinawati  .

              "Jadi nampaknya peraturan kepolisian mengenai PAM Swakarsa itu memang persiapan untuk
              disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan itu seiring sejalan isinya," imbuhnya.

              Asfinawati mengingatkan substansi dibuat  RUU Cipta Kerja  untuk memudahkan investasi dan
              menyederhanakan perizinan berusaha.

              Adanya pemberian kewenangan tersebut kepada kepolisian justru tidak sesuai dengan semangat
              awal pembuatan  RUU Cipta Kerja  .

              "Kalau kita tahu mau ada penyederhanaan izin usaha kok jasa pengamanan diberikan kepada
              kepolisian? Dan ini adalah conflict of interest karena kepolisian yang memberikan izin usaha,
              kepolisian yang melatih menurut Undang-Undang Kepolisian dan dia yang mengawasi," ucapnya.


              Lebih lanjut, dia khawatir jika nanti ada konflik kepentingan, masyarakat akan menjadi korban
              lantaran sulit untuk ditindaklanjuti di kepolisian.

              "Ketika nanti ada konflik-konflik agraria dengan masyarakat adatz ada konflik dengan buruh dan
              satpam berada di garda terdepan memukul dan lain-lainnya, lapornya ke polisi. Dan pengalaman
              kami tanpa peraturan ini saja sudah sulit mendorong laporan-laporan masyarakat ditindaklnjuti
              oleh kepolisian bahkan untuk diterima, dicatat apalagi nanti kalau ada konflik kepentingan seperti
              ini," katanya.

              Rapat Kerja Pengambilan Keputusan Tingkat I yang digelar DPR dan pemerintah pada Sabtu
              (3/10/2020)  menghasilkan  kesepakatan  bahwa Rancangan  Undang-Undang  Cipta  Kerja  akan
              dibawa ke rapat paripurna.

              Dalam rapat itu, diketahui hanya dua fraksi yang menyatakan penolakan terhadap RUU Ciptaker
              yakni Fraksi Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)..









                                                           799
   795   796   797   798   799   800   801   802   803   804   805