Page 813 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 813
Judul Wakil Ketua DPR Harap Buruh Pahami Kaitan RUU Cipta Kerja dan
Situasi Pandemi
Nama Media tempo.co
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://nasional.tempo.co/read/1392999/wakil-ketua-dpr-harap-buruh-
pahami-kaitan-ruu-cipta-kerja-dan-situasi-pandemi
Jurnalis Antara
Tanggal 2020-10-05 07:46:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR) Bukan hanya RUU Cipta Kerja yang kerap menjadi
pro dan kontra, banyak yang saling berbeda persepsi di antara fraksi DPR ataupun dengan
Pemerintah. Perbedaan persepsi dan perdebatan adalah dinamika dari negara demokrasi
positive - Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR) Tentunya kita harus melihat dari berbagai sudut
pandang yang ada, perubahan skala pesangon 19 kali gaji ditambah Jaminan Kehilangan
Pekerjaan sebanyak 6 kali yang dilakukan pengelolaannya oleh Pemerintah melalui BPJS
Ketenagakerjaan dengan perhitungan dan melihat kondisi pandemi saat ini tentunya
neutral - Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR) Kalau pengusaha pergi dan dipersulit di masa p
andemi saat ini, maka akan berdampak cukup signifikan dan berimbas pada minimnya lapangan
pekerjaan nantinya
Ringkasan
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menilai kontroversi dalam pembahasan omnibus law RUU
Cipta Kerja merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam demokrasi. Menurut dia, p erdebatan
dan perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa saja di parlemen. Salah satu yang kerap
diperdebatkan adalah klaster ketenagakerjaan. Dalam klaster itu, poin yang diperdebatkan
antara lain soal besaran pesangon dan upah minimum kabupaten/kota (UMK).
WAKIL KETUA DPR HARAP BURUH PAHAMI KAITAN RUU CIPTA KERJA DAN
SITUASI PANDEMI
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menilai kontroversi dalam pembahasan omnibus law RUU
Cipta Kerja merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam demokrasi. Menurut dia, p erdebatan
dan perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa saja di parlemen.
812

