Page 814 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 814

"Bukan hanya RUU Cipta Kerja yang kerap menjadi pro dan kontra, banyak yang saling berbeda
              persepsi di antara fraksi DPR ataupun dengan Pemerintah. Perbedaan persepsi dan perdebatan
              adalah dinamika dari negara demokrasi," kata Azis di Jakarta, Ahad, 4 Oktober 2029.

              Salah satu yang kerap diperdebatkan adalah klaster ketenagakerjaan. Dalam klaster itu, poin
              yang  diperdebatkan  antara  lain  soal  besaran  pesangon  dan  upah  minimum  kabupaten/kota
              (UMK).

              Azis menilai RUU Ciptaker klaster ketenagakerjaan itu sebetulnya memiliki kemajuan dari sisi
              pengupahan, dengan UMK bisa lebih besar dari upah minimum provinsi, disesuaikan dengan
              pertumbuhan ekonomi, inflasi dan koefisiensi produktivitas.

              Namun, memang ada perubahan skema  pesangon  dalam klaster tersebut.

              Menurut Azis, itu sebetulnya untuk menyesuaikan dengan kegentingan global yang terjadi di
              masa pandemi Covid-19.

              Para pelaku usaha di dunia mengalami gejolak ekonomi yang cukup terpuruk karena adanya
              Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia. Akibatnya banyak pelaku usaha yang menjerit
              bahkan sampai ada yang bangkrut.

              "Tentunya kita harus melihat dari berbagai sudut pandang yang ada, perubahan skala pesangon
              19  kali  gaji  ditambah  Jaminan  Kehilangan  Pekerjaan  sebanyak  6  kali  yang  dilakukan
              pengelolaannya oleh Pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan dengan perhitungan dan melihat
              kondisi pandemi saat ini tentunya," kata Azis.

              Karena  itu,  politikus  Golkar  itu  berharap  para  buruh  dapat  mengerti  dan  memahami  kondisi
              tersebut.

              Jangan  sampai,  kata  Azis,  pelaku  usaha  dan  investor  yang  ingin  bangkit  setelah  pandemi,
              kemudian memilih negara lain, karena menilai peraturan perundang-undangan di Indonesia yang
              tumpang-tindih serta dapat menyulitkan mereka.

              "Kalau pengusaha pergi dan dipersulit di masa  p  andemi  saat ini, maka akan berdampak cukup
              signifikan dan berimbas pada minimnya lapangan pekerjaan nantinya," kata Azis.

              DPR sebelumnya telah menyelesaikan pembahasan  omnibus law  RUU Cipta Kerja pada Sabtu,
              3 Oktober lalu. Dewan juga menyepakati RUU ini akan dibawa ke sidang paripurna 8 Oktober
              mendatang   .


























                                                           813
   809   810   811   812   813   814   815   816   817   818   819