Page 443 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 443

imbuh dia. Kemudian, Adinda Tenriangke Muchtar, Direktur Eksekutif The Indonesian Institute,
              berkata tidak ada perbedaan signifikan dari surat edaran tersebut, baik tahun ini maupun tahun
              lalu. Penerapan dari surat edaran Menaker tersebut yang seharusnya disorot. "Transparansi itu
              kunci, juga pengawasan, kalau memang surat edaran ini akan ditegakkan. Tentu berdasarkan
              peraturan  perundang-undangan  yang  berlaku,"  tutur  dia  ketika  dihubungi  Tirto,  Kamis.
              Pemantauan dan evaluasi dapat dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait.

              Menaker:  Pengusaha  Tak  Bayar  THR  2021  Wajib  Berdialog  dengan  Buruh  Terlepas  dari
              peraturan,  korporasi  dapat  menerbitkan  laporan  dua  tahun  masa  pagebluk  ini.  Bila  kondisi
              keuangan  tergolong  bagus,  maka  dapat  diusahakan  tak  perlu  mengangsur  THR.  Sebaliknya,
              ruang bipartit menjadi upaya perusahaan dan pekerja untuk membahas kesepakatan jika saldo
              rekening kantor tergolong minim untuk memenuhi hak THR.

              "Harus ada dokumen yang dilengkapi. Lebih di (ranah) pelaksanaan. Kita tidak bisa memaksa
              jika situasi tidak terlalu baik, tapi bisa membayar dengan mencicil. Itu juga perlu kesepakatan
              pekerja dan pemberi kerja," tutur Adinda. Tak bisa getok rata kondisi finansial korporasi; tak
              bisa pula memaksakan H-7 hari raya, THR harus cair.
              Dinas Tenaga Kerja juga mesti aktif menindaklanjuti sengketa hak tenaga kerja ini. Namun,
              diperlukan  ekstensifikasi  data  perusahaan  yang  terbaru  dan  terintegrasi,  agar  memudahkan
              penyelesaian perkara.

              Pola relasi pekerja dan pengusaha merupakan hubungan kepercayaan, akan tetapi sisi lainnya
              yakni menjadi hubungan bersifat publik. Maka negara tidak ikut campur ihwal syarat-syarat kerja,
              termasuk upah minimum. Pun dengan THR, selain bersifat kewajiban hukum bagi pengusaha,
              juga  dipengaruhi  oleh  kemampuan  perusahaan,  terutama  saat  pandemi  COVID-19  ini. "Oleh
              karena  itu,  terbuka  kemungkinan  cara  pembayaran  (THR)  dicicil  karena  kemampuan
              perusahaan. Yang menjadi persoalan adalah sejauh mana kewajiban THR itu bisa disepakati,"
              kata  Dosen  Fakultas  Hukum  Universitas  Trisakti  Abdul  Fickar  Hadjar,  ketika  dihubungi  Tirto,
              Kamis.

              Jika pekerja menyadari kondisi perusahaan, maka pengangsuran THR itu bukan persoalan besar.
              Fickar melanjutkan, hubungan ketenagakerjaan tidak bisa dipidanakan, kecuali pengusaha tidak
              mau membayarnya.
































                                                           442
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448