Page 440 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 440
KADIN JATIM MINTA PEMBAYARAN THR LEBIH FLEKSIBEL, INI ALASANNYA
SURABAYA, - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) berharap kewajiban
pembayaran Tunjangan Hari Rara (THR) fleksibel, terutama untuk Usaha Mikro Kecil Menengah
(UMKM). Alasannya, kondisi keuangan perusahaan cukup sulit selama pandemi Covid-19 ini.
Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, mengatakan, hingga saat ini kondisi keuangan perusahaan,
utamanya UMKM belum maksimal. Penyebabnya karena berbagai aturan pembatasan kegiatan
untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Maka, harapan kami pemerintah, pengusaha maupun para tenaga kerja saling memahami
kondisi akibat pandemi ini. Sebisa mungkin pembayaran THR fleksibel, terutama untuk UMKM,"
katanya, Senin (19/4/2021).
Andik mengatakan, dengan kebijakan PSBB dan PPKM tentunya produksi juga belum maksimal.
Sementara pengusaha yang melanggar aturan pembatasan itu bisa dikenakan sanksi. "Maka,
diharapkan ada kebijakan kewajiban THR yang fleksibel bagi usaha yang belum normal
produksinya," ujarnya.
Menurutnya, jika sebuah perusahaan yang selama ini sudah berjalan normal atau perusahaan
skala sedang dan besar, maka pemberian THR secara penuh kepada karyawan memang wajib
diberikan.
"Namun bagi usaha yang masih terseok-seok di tengah himpitan ekonomi diharapkan ada
kelonggaran. Bagi perusahaan yang mampu memberikan THR penuh, tolong berikan hak
karyawan," ujarnya.
Menurut Adik, Kadin pusat maupun Jatim mendukung keinginan pemerintah agar pengusaha
memberikan THR kepada karyawan secara penuh karena merupakan hak pekerja. "Kami sudah
menyampaikan kepada seluruh anggota pengusaha agar THR diberikan kepada karyawan karena
THR itu memang kewajiban pengusaha," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengingatkan perusahaan agar tidak
mencicil pembayaran THR para pekerjanya menjelang Lebaran 2021. Orang nomor satu di Jatim
itu juga meminta agar THR dibayar penuh.
"Ini menjelang ramadan, setelah itu kita akan masuk pada Lebaran Idul Fitri. Maka THR tolong
jangan dicicil. Pesan ini menurut saya berseiring dengan sinergitas dari seluruh sektor
ketenagakerjaan yang hari ini membutuhkan ruang yang tetap harus terkawal supaya tetap
kondusif dan seterusnya," kata Khofifah.
Editor : Ihya Ulumuddin.
439

