Page 97 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 97
Judul Mudah-mudahan THR Buruh 'Lancar' seperti PNS, TNI dan Polri,
Menaker Ida Fauziyah Sebut Belum Ada Pengusaha yang Lapor Tak
Sanggup Bayar
Nama Media voi.id
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://voi.id/ekonomi/45563/mudah-mudahan-thr-buruh-lancar-
seperti-pns-tni-dan-polri-menaker-ida-fauziyah-sebut-belum-ada-
pengusaha-yang-lapor-tak-sanggup-bayar
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-04-19 19:55:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Sampai hari ini belum ada perusahaan yang
tidak mampu. Karena biasanya terbaca aduan pada minggu kedua dan ketiga dan batas akhir
pembayaran THR H-7. Jadi pengusaha atau pekerja melaporkan pada H-7
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Dialog antara pengusaha dan pekerja terkait
ketidakmampuan didasarkan bukti laporan keuangan internal dan hasil pembahasan bipartit.
Dilaporkan di dinas ketenagakerjaan setempat
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Sanksi jika terlambat membayar sesuai
peraturan perundang-undangan dikenakan denda. Denda tersebut digunakan untuk kepentingan
pekerja atau buruh
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Saya minta peran aktif gubernur, bupati, wali
kota untuk melakukan pengawasan dan menjatuhkan sanksi bagi pengusaha yang melakukan
pelanggaran pelaksanaan THR 2021 sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkap bahwa hingga saat ini, belum ada
pengusaha yang melaporkan ketidaksanggupannya untuk membayar tunjangan hari raya (THR)
keagamaan 2021 bagi pekerjanya secara penuh. Seperti diketahui, pekan lalu Kemenaker
mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor N/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian
THR Keagamaan tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE ini memuat ketentuan bahwa
pengusaha wajib membayar THR pekerjanya secara penuh atau tidak dicicil paling lambat H-7
sebelum Lebaran tahun ini.
96

