Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 95

Ringkasan

              Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi
              Darmawan Bintang mengingatkan kepada semua perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari
              Raya  (THR)  karyawan  tepat  pada  waktunya.  Ia  mengatakan  kewajiban  pembayaran  THR
              tersebut telah tertuang dakan surat edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja.



              KARYAWAN TIDAK TERIMA THR, KADISNAKERTRANS SULSEL: LAPORKAN!
              MAKASSAR  -  Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Provinsi  Sulawesi
              Selatan, Andi Darmawan Bintang mengingatkan kepada semua perusahaan untuk membayar
              Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  karyawan  tepat  pada  waktunya.  Ia  mengatakan  kewajiban
              pembayaran THR tersebut telah tertuang dakan surat edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja.
              "Surat edaran telah kita edarkan ke kabupaten/kota yang ada di Sulsel, termasuk ke asosiasi
              pengusaha," kata Andi Darmawan Bintang kepada Rakyatku.com, Senin (19/4/2021).

              Terkait pembayaran THR tersebut, pemerintah provinsi pun telah melakukan antisipasi dengan
              membuka posko pengaduan bagi karyawan yang tidak menerima THR.

              "Sudah  kita  buka  posko  pengaduan  termasuk  di  abupaten/kota.  Tapi  kan  pembayaran  THR
              belum waktunya," tambahnya.

              Dikatakan,  pembayaran  THR  untuk  karyawan  harus  dilakukan  minimal  7  hari  sebelum
              pelaksanaan Idulfitri. Namun ada kebijakan hingga -1 hari H Idulfitri.

              "Harus minimal 7 hari sebelum hari H, namun untuk sektor pariwisata dan transportasi yang
              masih  terdampak  Covid-19  tetap  ada  dispensasi  dilakukan  pembayaran  cicilan.  Akan  tetapi
              mereka harus ada kesepakatan dengan pekerja atau karyawannya bahwa tidak mampu bayar
              secara penuh. Harus ada persetujuan yang dituangkan dalam berita acara kemudian dikirim ke
              Disnaker,  jika  ada  pelaporan  sudah  bisa  langsung  ditahu  telah  sepakat  dicicil,"  jelas  Andi
              Darmawan Bintang yang sementara berada di Kendari mendampingi Plt Gubernur Sulsel, Andi
              Sudirman Sulaiman.

              Jika pada waktu yang telah ditentukan dan tidak dilaksanakan lembaga THR maka karyawan
              boleh  melaporkan  ke  Posko-posko  pengaduan  yang  telah  disiapkan.  Tak  main  main,  bagi
              perusahaan yang terbukti melanggar akan mendapatkan sanksi.

              "Kalau  terjadi  pelanggaran  ada  3  macam  bentuk  sanksi  yang  bisa  diberikan  ke  perusahaan
              diantaranya sanksi administrasi berupa teguran untuk membayar THR karyawan. Selanjutnya
              jika perusahaan telah memiliki cabang maka cabang-cabangnya yang akan ditutup. Kemudian
              sanksi ke tiga penutupan perusahaan atau cabang utama," jelasnya.

              Pada  umumnya,  berkaca  dari  persoalan  tahun-tahun  sebelumnya,  Andi  Darmawan  Bintang
              mengatakan persoalan pembayaran THR diselesaikan dengan cara mediasi antara perusahaan
              dan karyawan.

              "Kalau masih bisa dimediasi kita mediasi. Kecuali kalau karyawan nya ngotot harus dibayar full
              tetapi terkadang juga karyawan menyepakati untuk tidak dibayar full. Kalau sudah dimesiasi dan
              ada kesepakatan lalu tidak ada laporan lagi, kita anggap sudah selesai," tambahnya.

              Sebelumnya, Menaker Terbitkan Edaran THR Wajib Dibayar Penuh yang ditandatangani pada
              tanggal 12 April 2021 ini ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia. "Pemberian THR
              Keagamaan  merupakan  kewajiban  yang  harus  dilaksanakan  oleh  pengusaha  kepada
              pekerja/buruh.
                                                           94
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100