Page 375 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 375

PEMBAYARAN THR, PEMPROV DKI AKAN BERI SANKSI TEGAS JIKA PERUSAHAAN
              BOHONG
              Jakarta,  Pemerintah  Provinsi  (pemprov)  DKI  Jakarta  mengingatkan  perusahaan-perusahaan
              yang berada di Jakarta untuk membayar tunjangan hari raya (THR) keagamaan kepada pekerja
              sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jika melanggar aturan, termasuk ditemukan berbohong,
              maka  Pemprov  DKI  akan  memberikan  sanksi  tegas  di  antaranya  mencabut  izin  usaha  dari
              perusahaan.

              "Kalau  memang  dia  mempunyai  kemampuan  tapi  tidak  mau  membayar  otomatis  kita  akan
              lakukan teguran tertulis, kita lakukan pembekuan sementara, selanjutnya akan kita cabut izin,
              sampai  kita  lakukan  pembekuan  untuk  selamanya,"  ujar  Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja,
              Transmigrasi dan Energi DKI, Andri Yansyah di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

              Beberapa  ketentuan  yang  menjadi  acuan  dalam  pembayaran  THR  adalah  Surat  Edaran  (SE)
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan
              Hari  Raya  Keagamaan  Tahun  2021  bagi  Pekerja/Buruh  di  Perusahaan.  SE  itu  implementasi
              Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Selain  itu,  Pemprov  DKI  juga  telah  mengeluarkan  SE  12/SE/2021  tentang  Pelaksanaan
              Pemberian  THR  Keagamaan  Tahun  2021.  Andri  mengatakan,  Pemprov  DKI  Jakarta  akan
              memberikan sanksi secara bertahap terhadap perusahaan yang melanggar aturan pembayaran
              THR.  Namun,  kata  Andri,  pihaknya  mengedepankan  pembinaan  dan  edukasi  sebelum
              memberikan sanksi yang tegas.

              "Yang jelas, sebelum itu kita lakukan (pemberian sanksi), pastinya kita tetap mengedepankan
              pembinaan,  pola  pembinaan,  insyallah  kalau  sudah  kita  panggil,  kita  beri  arahan,  insyallah
              mereka akan ngerti," ujarnya.

              Andri  menjelaskan  pembayaran  THR  tahun  2021  ini  sebenarnya  bukan  hanya  untuk
              kesejahteraan  para  pekerja.  Namun,  menurut  Andri,  pembayaran  THR  kali  ini  juga  bisa
              menggerakkan perekonomian, khususnya dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat.

              "Karena kalau THR itu dibayar, otomatis para pekerja, masyarakat punya uang. Kalau punya
              uang insyaallah dia akan belanja. Kalau dia belanja kan perputaran ekonomi akan tumbuh. Jadi
              sangat banyak efeknya," katanya.

              "Kenapa  kebijakan  itu  diambil,  seperti  itu.  Jadi  daya  beli  masyarakat  juga  meningkat.  Toh
              pekerjanya yang sudah berpuluh-puluh tahun dia mengabdi, untuk kemajuan perusahaan, ya
              sangat bijak juga memang harus dibayarkan THR-nya," jelas Andri.

              Lebih lanjut, Andri mengatakan Pemprov DKI sudah membuka posko THR untuk menfasilitasi
              perusahaan dan pekerja. Misalnya jika terjadi ketidaksepakatan soal pembayaran THR baik dari
              segi waktu maupun jumlah karena dampak pandemi Covid-19.

              4.371  Pekerja  Media  Terima  Vaksinasi  Dosis  II,  Dewan  Pers  Apresiasi  Pemprov  DKI  Jakarta
              Apabila ada keberatan dari perusahaan maupun pekerja soal THR, kata Andri, posko THR siap
              menampung dan bersama-sama mencarikan solusi yang terbaik.

              "Pengaduan itu kan bisa dari dua pihak, satu dari pekerjanya itu sendiri, kedua pengaduan dari
              perusahaan itu sendiri. Sampai dengan saat ini, kita terus melakukan sosialisasi, surat Kemnaker,
              maupun surat edaran Disnaker agar para perusahaan membayar THR sesuai dengan ketentuan
              yang berlaku. Dan sampai saat ini belum ada (yang mengadu), mudah-mudahan tidak ada,"
              ucap Andri. Sumber: BeritaSatu.com.
                                                           374
   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379   380