Page 377 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 377

IZIN USAHA BISA DICABUT JIKA BERBOHONG SOAL PEMBAYARAN THR

              JAKARTA, - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan perusahaan-perusahaan yang berada
              di Jakarta untuk membayar tunjangan hari raya (THR) keagamaan kepada pekerja sesuai dengan
              ketentuan yang berlaku. Jika melanggar aturan, termasuk ditemukan berbohong, maka Pemprov
              DKI  akan  memberikan  sanksi  tegas,  di  antaranya  mencabut  izin  usaha  perusahaan  yang
              bersangkutan.

              "Kalau memang dia mempunyai kemampuan tapi tidak mau membayar (berbohong) otomatis
              kita akan lakukan teguran tertulis, kita lakukan pembekuan sementara, selanjutnya akan kita
              cabut izin, sampai kita lakukan pembekuan untuk selamanya," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja,
              Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

              Beberapa  ketentuan  yang  menjadi  acuan  dalam  pembayaran  THR  tahun  2021  adalah  Surat
              Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian
              Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  Tahun  2021  Bagi  Pekerja/Buruh  di  Perusahaan  sebagai
              implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Selain  itu,  Pemprov  DKI  Jakarta  juga  telah  mengeluarkan  Surat  Edaran  Nomor  12/SE/2021
              Tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021.

              Andri mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi secara bertahap terhadap
              perusahaan  yang  melanggar  aturan  pembayaran  THR.  Namun,  kata  dia,  pihaknya
              mengedepankan pembinaan dan edukasi sebelum memberikan sanksi yang tegas.

              "Yang jelas, sebelum itu kita lakukan (pemberian sanksi), pastinya kita tetap mengedepankan
              pembinaan,  pola  pembinaan,  insyallah  kalau  sudah  kita  panggil,  kita  beri  arahan,  insyallah
              mereka akan ngerti," tandas dia.
              Andri  menjelaskan,  pembayaran  THR  tahun  2021  ini  sebenarnya  bukan  hanya  untuk
              kesejahteraan para pekerja. Namun, kata dia, pembayaran THR kali ini juga bisa menggerakan
              perekonomian karena keberadaan THR bisa meningkat daya beli masyarakat.

              "Karena kalau THR itu dibayar, otomatis para pekerja, masyarakat punya uang. Kalau punya
              uang insyaallah dia akan belanja. Kalau dia belanja kan perputaran ekonomi akan tumbuh. Jadi
              sangat banyak efeknya. Kenapa kebijakan itu diambil, seperti itu. Jadi daya beli masyarakat juga
              meningkat. Toh pekerjanya yang sudah berpuluh-puluh tahun dia mengabdi, untuk kemajuan
              perusahaan, ya sangat bijak juga memang harus dibayarkan THR-nya," jelas Andri.

              Lebih  lanjut,  Andri  mengatakan  Pemprov  DKI  Jakarta  sudah  membuka  posko  THR  untuk
              menfasilitasi perusahaan dan pekerja jika terjadi ketidaksepakatan soal pembayaran THR baik
              dari segi waktu maupun jumlah karena dampak pandemi Covid-19. Jika ada keberatan baik dari
              perusahaan maupun pekerja soal THR, kata Andri, posko THR siap menampung dan bersama-
              sama mencarikan solusi yang terbaik.

              "Pengaduan itu kan bisa dari dua pihak, satu dari pekerjanya itu sendiri, kedua pengaduan dari
              perusahaan  itu  sendiri.  Sampai  dengan  saat  ini,  kita  terus  melakukan  sosialisasi,  surat
              Kemenaker, maupun surat edaran Disnaker agar para perusahaan membayar THR sesuai dengan
              ketentuan yang berlaku. Dan sampai saat ini belum ada (yang mengadu), mudah-mudahan tidak
              ada," pungkas Andri.

              Sebagaimana  diketahui,  salah  satu  poin  dari  SE  Nomor  12/SE/2021  Tentang  Pelaksanaan
              Pemberian  THR  Keagamaan  Tahun  2021  di  Jakarta  adalah  meminta  agar  perusahaan
              memberikan THR Keagamaan Tahun 2021 kepada pekerja/buruh sesuai ketentuan peraturan
                                                           376
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382