Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 162

"Pengawas  ketenagakerjaan  tingkat  pusat  dan  propinsi  merupakan  simpul  terlemah  dalam
              hubungan industrial, yang dari Menaker ke Menaker tidak bisa diperbaiki kinerjanya," kata dia.
              Menurut Timboel, kalau kinerja pengawasan ketenagakerjaan dan penegakkan hukum seperti
              saat ini maka harapan Menaker terhadap BPJamsostek akan menjadi isapan jempol semata.

              "Banyak  pelanggaran  hak  pekerja  atas  jaminan  sosial  tidak  ditindaklanjuti  oleh  pengawas
              ketenagakerjaan,  seperti  kasus  kasus  yang  ditangani  Organisasi  Pekerja  Seluruh  Indonesia
              (Opsi) yang hingga saat ini tidak diselesaikan, malah dibiarkan," kata dia.

              Timboel mengatakan, harapan Ibu Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah yang disampaikan
              kepada  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial  Ketenagakerjaan  (BPJamsostek)  dalam  acara
              peresmian  kantor  pusat  BPJamsostek  yang  baru  adalah  sangat  baik,  guna  meningkatkan
              kesejahteraan pekerja.

              Program jaminan sosial ketenagakerjaan yang dikelola dengan baik tentunya sangat mendukung
              kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Namun demikian, kata Timboel, harapan Menaker juga
              harus  disertai  komitmen  Kemnaker  mendukung BPjamsostek,  paling  tidak  dari  dua sisi  yaitu
              regulasi dan pengawasan (penegakkan hukum). "Pengawasnya bekerja nggak benar, ya susah.
              Pengawas ketenagakerjaan di Kemnaker harus direformasi," tegas Timboel.

              Menurut Timboel, kesejahteraan pekerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan dimulai dari
              adanya regulasi yang baik dan penegakkan hukum yang mumpuni. Menurut Timboel, dari sisi
              regulasi,  Kemnaker  harus  mampu  membuat  regulasi  yang  dapat  mendukung  kesejahteraan
              peserta  BPJamsosek  dengan  meningkatkan  dan  atau  membuat  Manfaat  Layanan  Tambahan
              (MLT) baru sehingga manfaat yang diterima pekerja dan keluarganya tidak lagi didapat ketika
              pekerja mengalami kecelakaan kerja, meninggal, phk atau pun pensiun.

              "Tanpa hal hal tersebut pekerja dan keluarganya bisa mendapatkan manfaat dari imbal hasil
              investasi, sesuai prinsip SJSN ke sembilan," kata Timboel.
              Menurut Timboel, MLT baru diharapkan dapat mendukung daya beli pekerja dan keluarganya
              dan bisa meningkatkan skill pekerja. MLT perumahan yang diatur di Permenaker Nomor 35 tahun
              2016 bisa diperkuat sehingga dapat dengan mudah diakses pekerja yang belum memiliki rumah.

              "Masih banyak pekerja yang belum menikmati Permenaker 35 dan sebagainya," kata dia.

              Tidak hanya itu ketentuan di PP Nomor 82 tahun 2019 yang meningkatkan mamfaat JKK dan
              JKm belum sepenuhnya didukung oleh lahirnya peraturan menteri ketenagakerjaan.

              PP Nomor 82 tahun 2019 tentang Revisi PP Nomor 44/2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja
              (JKK)  dan  jaminan  Kematian  (JKm)  yang  mengamanatkan  dibuatnya  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  (Permenaker)  yang  salah  satunya  mengatur  manfaat  beasiswa  bagi  anak
              pekerja  yang  meninggal,  namun  nyatanya  hingga  saat  ini  Permenaker  tersebut  belum  juga
              selesai. Akibatnya, beasiswa belum bisa dibayarkan kepada anak-anak pekerja yang orangtunya
              meninggal dunia.

              "Ada sekitar 100 anak yang seharusnya sudah dapat beasiswa tapi belum juga dapat karena
              direksi BPJamsostek belum berani membayarkan beasiswa tsb sebelum adanya Permenaker yang
              diamanatkan PP 82," kata dia.

              Manfaat beasiswa ini, kata dia, sebenarnya sangat dibutuhkan pada saat penerimaan masuk
              sekolah dan kuliah di masa pandemi ini. "Dalam kondisi daya beli masyarakat menurun dan
              pekerja  peserta  BPJamsostek  meninggal  maka  beasiswa  menjadi  penolong,  tetapi  nyatanya
              Permenaker belum selesai juga. Sumber: BeritaSatu.com.


                                                           161
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167