Page 190 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 190
"Pada tahun 2021, terdapat pengangguran tambahan sebesar 1,1 juta orang sebagai akibat
Covid-19 dan sekitar 2,6 juta orang angkatan kerja baru yang tidak terserap sehingga tambahan
pengangguran totalnya tahun 2021 sebesar 3,6 juta orang," kata Didik melalui keterangan
tertulis, dikutip Jumat (8/1/2021).
Dengan bertambahnya angka pengangguran, maka dipastikan akan berdampak terhadap proses
pemulihan ekonomi.
Tak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) meningkat hampir dua kali lipat sebesar 7,8
persen atau 10,4 juta jiwa.
Didik menilai, di balik tingkat pengangguran tersebut, masih ada pengangguran terselubung
yang jumlahnya dua kali lipat.
"Yang lebih memprihatinkan adalah robohnya pilar industri bahkan sebelum pandemi. Pada masa
pandemi sektor industri lebih terpuruk lagi penyerapan tenaga kerja baru masih sangat terbatas,"
ujar Didik.
Selain itu, menurut Didik, industri akan cenderung mempekerjakan tenaga kerja yang
sebelumnya dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.
Seiring dengan prediksi tingkat pengangguran yang meningkat, nantinya akan muncul penduduk
miskin baru, khususnya berasal dari kelompok di atas garis kemiskinan.
Didik menilai, cara satu-satunya atasi melonjaknya angka pengangguran dan tingkat kemiskinan
adalah program perlindungan sosial yang merupakan program dari Pemulihan Ekonomi Nasional
(PEN).
"Perkiraan tingkat kemiskinan 10,5 persen. Tetapi jumlah penduduk yang hampir miskin (near
poor) masih jauh lebih banyak dari angka kemiskinan dengan garis batas kemiskinan yang
rendah," kata dia.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pada bulan Agustus 2020, angka
pengangguran Indonesia mencapai 9,77 juta jiwa.
Sementara TPT pada periode tersebut mengalami kenaikan 5,23 persen menjadi 7,07 persen,
naik sebesar 2,67 juta.
189

