Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 52

Pada sidak yang diadakan 8 hingga 9 Januari lalu diketahui terdapat 21 calon pekerja migran
              Indonesia (PMI) asal Jawa Barat dan Banten yang telah mendaftar sebagai Calon PMI ke PT
              ATT/LPK  SAA  untuk  bekerja  di  Qatar.  Berdasarkan  pemeriksaan,  PT  ATT/LPK  SAA  diduga
              melakukan aktivitas layaknya Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) tanpa
              surat izin resmi. Hal ini dianggap menyalahi aturan karena izin yayasan SAA hanya terdaftar
              sebagai organisasi di Bidang Sosial, Kemanusiaan dan Keagamaan.

              Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono menyampaikan sidak ini merupakan  respons
              cepat Kemnaker atas informasi dari Atase Ketenagakerjaan Qatar. Pihaknya mendapat informasi
              akan beredarnya iklan di masyarakat mengenai lowongan kerja di Qatar. Lengkap dengan iming-
              iming tawaran gaji menggiurkan, baik sebagai pekerja formal maupun informal sebagai penata
              laksana rumah tangga (PLRT).

              Suhartono mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan lebih waspada untuk tidak mudah
              tergiur ajakan bekerja ke luar negeri tanpa informasi yang jelas.

              "Pastikan bahwa penempatan PMI keluar negeri melalui Dinas Ketenagakerjaan di Provinsi atau
              Kabupaten/Kota  atau  Layanan  Terpadu  Satu  Atap  (LTSA)  setempat,"  jelas  Suhartono  dalam
              keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021).

              Direktur  Penempatan  dan  Perlindungan  Tenaga  Kerja  Luar  Negeri  (PPTKLN)  Eva  Trisiana
              menambahkan perlu adanya peran seluruh stakeholder untuk mengatasi permasalahan yang
              kerap terjadi ini. Salah satunya dengan melaporkan kepada Kemnaker atau Disnaker setempat
              jika  ada  proses  penempatan  PMI  yang  dilaksanakan  bukan  oleh  P3MI.  Serta  melaporkan
              kejanggalan proses perekrutan seperti meminta uang administrasi berlebih atau tawaran upah
              yang tinggi.

              Lebih  lanjut,  Eva  menekankan  penempatan  PMI  sektor  domestik  ke  Qatar  yang  merupakan
              Negara  Timur  Tengah  masih  dilarang  dan  ditutup  sesuai  Kepmenaker  No.  260  Tahun  2015
              tentang  Penghentian  dan  Pelarangan  Penempatan  Tenaga  Kerja  Indonesia  pada  Pengguna
              Perseorangan di Negara Kawasan Timur Tengah.
              Kasubdit Perlindungan TKI Kemnaker Muhammad Ridho Amrullah mengungkapkan pelaksanaan
              sidak gabungan dilakukan setelah mendapat informasi adanya pemberangkatan 21 calon PMI
              ilegal  ke  Qatar.  Berdasarkan  laporan  yang  didapatkan,  calon  PMI  akan  bekerja  secara
              nonprosedural pada pertengahan Januari 2021 dengan iming-iming bekerja di restoran, hotel,
              kafe atau sebagai perawat.

              "Calon PMI baik laki-laki atau perempuan yang akan diberangkatkan dapat diduga untuk bekerja
              diduga sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Negara Qatar, karena belum memiliki
              kompetensi sebagai pekerja di perhotelan, restoran, dan lain-lain sesuai yang dijanjikan," kata
              Ridho.

              Ridho mengungkap ditemukan sejumlah dokumen kelengkapan pada lokasi sidak, di antaranya
              dokumen calon PMI dan Surat Izin Perusahaan, serta formulir dan hasil medical check-up dari
              19 calon PMI yang akan diberangkatkan. Ia menambahkan lokasi perkantoran tidak dilengkapi
              papan nama sebagaimana layaknya kantor atau lembaga penempatan pada umumnya.

              "'Hal ini mengindikasikan lembaga tersebut akan mudah berpindah tempat atau membubarkan
              diri untuk melepas tanggung jawabnya ketika telah menempatkan para PMI," ujar Ridho.
              Sementara  itu  Kepala  Bidang  Penempatan  Disnaker  Provinsi  Jawa  Barat  Rudi  Rudibillah
              mengatakan  pihaknya  akan  mendukung  langkah  Pemerintah  Pusat  untuk  pencegahan
              penempatan PMI Non Prosedural. Ia juga berkomitmen akan menangani langsung kasus ini dan
              berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk tindak lanjutnya.


                                                           51
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57