Page 27 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 MARET 2021
P. 27
reproduksi, selain pemahaman agama dan pelatihan ekonomi melalui bimbingan pranikah," tutur
Femmy.
Ia pun menginstruksikan kepada kementerian/lembaga terkait agar dapat menyiapkan hal-hal
yang diperlukan untuk mempercepat implementasi dari Program Kartu Prakerja bagi catin.
Persiapan ini termasuk mendorong terbitnya berbagai peraturan yang akan dijadikan sebagai
payung hukum serta prosedur teknis mulai dari Pendaftaran Kartu Prakerja bagi catin baik
melalui daring maupun luring.
Adapun jika berdasarkan laporan perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah
telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk semester I tahun 2021 dengan total
kuota sebanyak 2,7 juta orang. Namun demi pemerataan, 1 kepala keluarga (KK) maksimal
hanya 2 prang penerima Kartu Prakerja.
Jalur Khusus Menurut Femmy, telah ada dasar hukum untuk pendaftaran Program Kartu Prakerja
yang akan dilakukan secara luring yaitu Perpres 76/2020 dan turunannya yaitu Permenko
11/2020 dan Permenker 17/2020. Dengan demikian, untuk proses pendaftaran telah bisa
dilakukan tidak hanya secara daring, tetapi juga secara luring.
"Lalu apakah akan ada jalur khusus bagi catin untuk menerima Kartu Prakerja, ini yang harus
terus kita persiapkan bersama. Datanya harus valid dan tentunya ini perlu kerja keras dari kita
(pemerintah) semua agar ini bisa segera terimplementasi," pungkas Femmy.
Dikonfirmaai terpisah, Head of Communications Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja
Louisa Tuhatu memberi sinyal belum mengetahui rencana ini dan tidak bisa menjelaskan terkait
rencana tersebut, sebab yang menyampaikan Kemenko PMK.
"Karena ini yang menyampaikan adalah PMK, mungkin bisa ditanyakan langsung ke mereka,"
tutur dia kepada Investor Daily, Kamis (4/5).
Editor : Nasori (nasori@investor.co.id).
26

