Page 404 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 404

akan disalurkan kepada pekerja pada Agustus mendatang. Besaran subsidi upah Rp 500.000 per
              bulan dan diberikan untuk dua bulan yang dibayarkan sekaligus jadi Rp 1 juta per penerima.


              SUBSIDI UPAH PEKERJA SEGERA DISALURKAN

              Pemerintah  segera  menyalurkan  bantuan  subsidi  upah  kepada  pe-kerja  di  wilayah  yang
              menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4 dan level 3.
              Bantuan yang masih terbatas untuk pekerja formal peserta BP Jamsostek itu perlu diberikan
              lebih merata untuk pekerja lainnya yang juga terdampak pandemi, tetapi belum terdata di BP
              Jamsostek.

              Diperkirakan, ada 8,7 juta pekerja yang akan menerima bantuan subsidi upah tersebut. Tahap
              pertama penyaluran dimulai pada 1 juta calon penerima yang datanya sudah diserahkan BP
              Jamsostek  ke  Kementerian  Ketenagakerjaan,  Jumat  (30/7/2021).  Targetnya,  dana  akan
              disalurkan kepada pekerja pada Agustus mendatang. Besaran subsidi upah Rp 500.000 per bulan
              dan diberikan untuk dua bulan yang dibayarkan sekaligus jadi Rp 1 juta per penerima.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, seperti tahun lalu, bantuan akan ditransfer
              secara langsung ke rekening penerima dengan menggunakan bank penyalur himpunan bank
              milik  negara  (himbara),  yaitu  PT  Bank  Negara  Indonesia  (Persero)  Tbk,  PT  Bank  Rakyat
              Indonesia  (Persero)  Tbk,  PT  Bank  Mandiri  (Persero)  Tbk,  dan  PT  Bank  Tabungan  Negara
              (Persero) Tbk. Khusus untuk penyaluran subsidi bagi pekerja di Aceh menggunakan Bank Syariah
              Indonesia "Bagi penerima bantuan yang belum punya rekening di bank-bank itu, Kemenaker
              akan membukakan rekening secara kolektif," ujar Ida dalam telekonferensi pers.

              Para calon penerima dipilih sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16
              Tahun 2021 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi
              Pekerja  dalam  Penanganan  Dampak  Covid-19.  Syaratnya,  pekerja  berstatus  peserta  aktif  BP
              Jamsostek sampai Juni 2021, memiliki gaji paling banyak Rp 3,5 juta, dan bekerja di wilayah
              yang menerapkan PPKM Level 4 dan 3. Mereka juga harus berasal dari sektor industri barang
              konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, serta perdagangan dan jasa
              (kecuali jasa pendidikan dan kesehatan).

              Pekerja  di  beberapa  daerah  tertentu  yang  gajinya  di  atas  Rp  3,5  juta  per  bulan  juga  bisa
              menerima bantuan. Namun, ini hanya berlaku untuk wilayah yang upah minimumnya di atas Rp
              3,5 juta, misalnya, DKI Jakarta yang menerapkan upah minimum Rp 4,4 juta per bulan atau
              Kabupaten Karawang yang upah minimumnya Rp 4,79 juta per bulan.

              Direktur  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance  Tauhid  Ahmad  mengatakan,
              bantuan subsidi upah sangat dibutuhkan pekerja di tengah tekanan lonjakan kasus Covid-19 saat
              ini.  Namun,  cakupan  penerimanya  perlu  lebih  merata  agar  lebih  tepat  sasaran.  "Jika  hanya
              berpatok  pada  data  BP  Jamsostek,  yang  menerima  umumnya  adalah  pekerja  yang
              pemasukannya stabil di perusahaan yang relatif mapan. Masih banyak pekerja yang tidak terdata
              sebagai peserta Jamsostek dan mereka ini yang justru lebih terdampak," katanya.

              Data BP Jamsostek menyebutkan, sampai akhir 2020, jumlah pekerja yang terdaftar sebanyak
              50,69 juta orang dengan peserta aktif hanya 29,98 juta orang. Per Februari 2021, sekitar 90 juta
              orang angkatan kerja telah memenuhi kriteria untuk mendapat Jamsostek. Artinya, kepesertaan
              aktif  BP  Jamsostek  baru  mencakup  33,3  persen  dari  total  pekerja  yang  sebenarnya  berhak
              mendapat jaminan sosial.

              Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azzam, membenarkan, masih
              banyak pengusaha yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BP Jamsostek. Ia menyarankan agar

                                                           403
   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409